Berlin, Gontornews — Pemerintah Jerman belum dapat menentukan kapan pembatasan akan diberlakukan demi memperlambat penyebaran COVID-19. Jurubicara Pemeritah Jerman, Steffen Seibert mengatakan pemerintah belum dapat memastikan apa-apa terkait pencegahan COVID-19 di Jerman dalam waktu dekat.
βBahkan jika beberapa orang menuntutnya, pemerintah belum bisa memberikan hari atau tanggal pasti. Semuanya akan berbeda,β kata Steffen Seibert sebagaimana dilansir Reuters.
Meski demikian, Seibert memastikan bahwa pemerintah telah menyusun daftar langkah-langkah demi mencegah penyebaran COVID-19 secara masif. Misalnya, mereka memberlakukan penggunaan masker di depan umum, memberlakukan pembatasan hingga pelacakan rantai infeksi. Beberapa pejabat memprediksi bahwa penutupan akan berakhir pada 19 April mendatang.
Jerman telah memberlakukan penguncian sejak 22 Maret 2020 silam. Sejumlah restoran dan sebagian besar toko tutup. Akibat penguncian tersebut, Jerman diprediksi mengalami resesi. Karenanya, pemerintah ingin memastikan kebijakan ini dapat mengembalikan kehidupan masyarakat secara normal pasca COVID-19.
Dalam dokumen yang dilansir Reuters, pemerintah Jerman tengah merancang mekanisme yang memungkinkan otoritas terkait melacak lebih dari 80 persen kontak dengan kasus infeksi dalam 24 jam. Orang yang terinfeksi atau mereka yang pernah melakukan kontak akan dikarantina baik di rumah atau di lokasi yang telah disiapkan.
Dokumen ini mengasumsikan pandemi akan berlangsung hingga tahun 2021.
Sebagai gantinya, toko-toko akan diizinkan dibuka kembali, sekolah di sejumlah wilayah akan beraktivitas kembali. Langkah-langkah pengelompokan sosial ketat pun masih akan berlangsung.
Kontrol perbatasan akan dilonggarkan namun acara besar yang diselenggarakan pihak swasta akan tetap dilarang.
Pemerintah juga mewajibkan seluruh warga untuk menggunakan masker baik di kereta api, bus, pabrik maupun tempat-tempat umum. [Mohamad Deny Irawan]






















