Yogyakarta, Gontornews — Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 17-20 November 2020 sukses menggelar Jogja Festivals Forum & Expo 2020 bertema “2020 Asean Focus“. “Acara ini didukung oleh beberapa pihak, antara lain Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, juga Dinas Pariwisata Provinsi DIY, dan digelar secara daring.
Berangkat dari proses kreatif keragaman festival yang berlangsung di DIY, Jogja Festivals hadir sebagai sebuah wadah strategis yang berfokus kepada penguatan ekosistem festival, pengembangan potensi dan sinergi antarfestival ataupun festival dengan stakeholder, serta sebagai pusat informasi dan promosi bersama agar keragaman festival dapat diakses dengan baik oleh masyarakat secara lebih luas.
“Acara ini gratis dan diperuntukkan bagi masyarakat umum,” ujar Dinda Intan Pramesti Putri, direktur pelaksana, kepada Gontornews.com.
Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Putri tahun 2005 ini juga menjelaskan beberapa kegiatan yang diselenggarakan di dalamnya yakni Festival Breakthrough in South East Asia, Festivals and Creative Economy: The Road to WCCE 2021, dan Festivals: Issues and Policy: The Road to WCCE 2021.
Penting disimak, kekuatan Yogyakarta sebagai Kota Festival ini diyakini dapat memberikan daya tarik lebih untuk berbagai kerjasama kreatif baik domestik maupun mancanegara.
Selain itu ia juga berpengaruh baik untuk pengembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang dapat dicapai melalui manajemen ekosistem festival. Ditambah lagi, festival juga dipercaya mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas sosial dan perputaran ekonomi (kesejahteraan).
Jogja Festivals didirikan pada 21 September 2014 dan diresmikan pada tanggal 9 Maret 2017 oleh lima belas Festival yang aktif berpartisipasi dalam proses kreatif yang mewarnai dinamika di Yogyakarta.
Sampai saat ini Jogja Festivals telah memberikan berbagai kontribusi nyata terhadap pertumbuhan minat kunjungan festival, sebagai salah satu aktivitas sosial yang berdampak pada pertumbuhan dampak penyelenggaraan festival dalam ragam perspektif sosial, ekonomi, infrastruktur, pendidikan, seni dan kebudayaan. [Edithya Miranti]






















