Jumlah warga Kenya yang membutuhkan bantuan pangan darurat menjadi dua kali lipat dalam tiga bulan terakhir menjadi tiga juta. Hal ini disebabkan kekeringan yang makin memburuk di negeri itu. Palang Merah Kenya mengatakan hal itu pada hari Selasa (28/3).
Kenya adalah salah satu dari beberapa negara di Afrika Timur yang menderita krisis pangan, bersama dengan Ethiopia, Sudan Selatan, dan Somalia. Ini merupakan tragedi kelaparan ketiga dalam 25 tahun terakhir.
Selain itu, Yaman dan Nigeria juga menghadapi tragedi kelaparan serupa. PBB telah menyebut krisis pangan ini sebagai krisis kemanusiaan terburuk sejak Perang Dunia II.
Seperti banyak negara tetangganya, Kenya menderita kelaparan sebagai efek dari dua musim hujan yang gagal berturut-turut, sangat mengurangi hasil panen. Harga pangan melonjak, mendorong inflasi sembilan persen pada Februari 2017, tertinggi dalam lima tahun.
“Situasi semakin parah setiap hari. Malnutrisi anak-anak terus naik. Anak-anak sakit, dan mata pencarian keluarga hancur setelah mereka kehilangan ribuan ternak,” ujar Dr Abbas Gullet, sekretaris jenderal Palang Merah Kenya, dalam sebuah pernyataan. [Rusdiono Mukri]




















