Jakarta, Gontornews– Korban demo mahasiswa yang berakhir ricuh di depan DPR/MPR RI kemarin, Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al Azhar yang mengalami luka serius yakni tengkorak kepalanya retak dan tulang bahunya hancur. Diduga terkena pukalan benda keras.
Menurut kakak kandung Faisal, Rahmat Ahadi (27), saat ini korban tengah dirawat intensif di RS Pelni, Tanah Abang, Jakarta. Tim dokter RS Pelni saat ini tengah memberikan penanganan terhadap Faisal.
“Tidak benar (Faisal sudah meninggal-red) itu, sekarang dia sedang pemulihan. Tapi memang belum sadar,” katanya kepada wartawan, Rabu (25/9)
โMohon doa Rakyat Indonesia,โ pesan pamannya, Buya Ermas Andico, dan ucapan terima kasih kepada yang telah peduli dan membantu keponakannya, Faisal Amir, yang pecah tengkorak kepalanya dan tulang bahu hancur diduga kena pukulan benda keras aparat kepolisian.
โKami dipanggil dokter bedah pukul 01.30 WIB usai operasi pertama yang telah menunjukkan tempurung kepalanya retak, otaknya pendarahan dan terjadi pembengkakan. Kasihan Faisal Amir, anak baik dan santun, karena melindungi kawan-kawannya di lapangan, aparat yang beringas telah memukuli dengan sangat kejam, membuat kepala retak dan bengkak di bahu yang juga akan dibedah hari ini. Mohon doa dari semua agar Faisal Amir berhasil ditangani dokter di RS Pelni Petamburan Jakarta hari ini. Kami yang bersedih, Buya Ermas Andico S (paman), dan
Bunda Asma Ratu Agung ( ibu kandung),โ pesannya seperti di kutip dari akun facebook Andi Rahmat, Rabu (25/9).
Berdasarkan keterangan dokter yang menangani Faisal, Rahmat melanjutkan, tim dokter dari RS Pelni berhasil melakukan serangkaian operasi sehingga Faisal bisa lolos dari kondisi kritis.
“Tadi sudah selesai operasi sekira pukul 05.00 WIB. Terakhir itu tadi operasi di bahunya yang patah,” ucapnya.
Tim dokter, sebelumnya melakukan operasi di bagian kepala Faisal yang diduga terluka akibat pukulan oknum aparat.
“Sebelumnya operasi di bagian kepala selesai pukul 02.00 WIB,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, Faisal ditemukan tidak sadarkan diri saat aksi unjuk rasa tolak RUU KUHP ricuh.
Faisal ditemukan oleh mahasiswa lainnya tidak jauh dari Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat. Kemudian para mahasiswa langsung membawa Faisal ke RS Pelni. [Hafidh]





















