Ankara, Gontornews — Bagi alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, slogan kehidupan berorganisasi mengakar. Slogan “Siap dipimpin dan siap memimpin,” “Patah tumbuh hilang berganti. Belum patah sudah tumbuh, belum hilang sudah berganti,” dipahami dengan sangat baik oleh mereka.
Tak terkecuali, organisasi mahasiswa ataupun organisasi pelajar di tingkat regional hingga internasional. Slogan-slogan di atas tentu sudah mereka terapkan sehingga mereka bisa berada di pucuk organisasi saat ini.
Setidaknya ada 3 alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang memimpin persatuan pelajar di sejumlah negara di dunia, yakni di Azerbaijan, Turki dan Lebanon.
Sebut saja, Alif Paramardhika Putera sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Azerbaijan. Alumnus Gontor 2015 tersebut tengah melanjutkan studinya di Universitas Khazar Jurusan Hubungan Internasional.
Kemudian ada pula Hamzah Assuudy Lubis yang memimpin Pelajar Indonesia di Lebanon. Pria yang juga alumnus Gontor 2015 itu tengah melanjutkan studinya di Universitas Tripoli jurusan Hukum Islam.
Selain di Azerbaijan dan Lebanon, alumnus Gontor juga memimpin organisasi pelajar Indonesia di Turki. Santri Gontor yang dimaksud adalah Usamah Abdurrahman, mahasiswa pascasarjana di Universitas Necmettin Erbakan.
Ketiga pemuda Indonesia tersebut dipertemukan dalam acara Ngobrol Bareng Ketua PPI di Turki dengan PPI Lebanon dan PPI Azerbaijan, Jumat (28/2) lalu. Dalam suasana cair, ketiganya berkisah tentang bagaimana usaha dan perjuangan mereka untuk sampai di negara persinggahannya itu.
Ketua PPI Lebanon, Hamzah Assuudy Lubis misalnya berhasil melewati lubang jarum setelah lolos beasiswa Kementerian Agama ke Lebanon. Sementara Alif Paramardhika Putera mengaku bahwa kegagalan dirinya untuk melanjutkan studi di Turki justru membawanya ke Azerbaijan. Sedangkan Usamah, Ketua PPI Turki, memperoleh beasiswa Pemerintah Turki pada tahun 2018.
“Lewat perkenalan dan cerita perjalanan hidup ketiga alumni di atas, kita bisa melihat ketiga sosok tersebut tidak hanya cerdas dalam masalah akademik tetapi juga aktif berkontribusi,” kata anggota IKPM Turki, Muhammad Aldi Subekti, kepada Gontornews.
“Alhasil merekapun memimpin perkumpulan para pelajar Indonesia di negaranya masing-masing. Dari ketiganya kita melihat sosok alumni yang mendunia dan penuh inspirasi,” sambung Aldi.
Sebagai informasi, jumlah pelajar Indonesia di Turki mencapai 2.500 orang. Sedangkan PPI Lebanon mengonfirmasi 71 pelajar Indonesia dan Azerbaijan mengonfirmasi 11 pelajar asal Indonesia.
Bagi Alif, Ketua PPI Azerbaijan, slogan ‘Man Jadda Wajada’ menjadi pelecut semanga dalam segala hal. Pun dengan mahfudzot “Al-‘ilmu bilā ‘amalin ka al-shajari bi lā thamarin” juga menjadi pelecut untuk mewujudkan cita-cita.
“Jadi, tetaplah berjuang untuk mendapatkan apa yang kalian cita-citakan dan jangan menyerah. Gagal itu biasa, itu akan menjadi awal dari kesuksesan kita.”
“Semua orang pasti pernah merasakan kesulitan. Tapi ingat, Allah sudah mengatakan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Sebagai orang beriman kita harus percaya bahwa firman Allah pasti benar,” pungkas Alif. [Mohamad Deny Irawan]






















