Ottawa, Gontornews — Pemerintah Kanada mengatakan bahwa mereka tidak akan mengirim seluruh atletnya ke Olimpiade Tokyo 2020 jika tetap dilaksanakan pada 24 Juli mendatang. Namun, mereka bersedia mengirim atletnya ke Tokyo andai pagelaran Olimpiade 2020 ditunda selama setahun. Pernyataan ini tidak lepas dari wabah COVID-19 yang melanda sebagian besar negara di dunia dalam beberapa bulan terakhir.
“Kami mengaku bahwa penundaan akan bersifat kompleks. Tetapi tidak ada yang lebih penting daripada kesehatan dan keselamatan atlet kami dan komunitas dunia,” ungkap pernyataan resmi Canadian Olympic Committee sebagaimana dilansir Sky News.
“Ini bukan semata-mata tentang kesehatan atlet, tapi ini tentang kesehatan masyarakat. COVID-19 tidak aman bagi atlet kami. Kesehatan harus disertai dengan keselamatan keluarga mereka serta masyarakat Kanada secara luas terlebih para atlet yang tengah mempesiapkan latihan demi mengikuti permainan tersebut,” imbuh peryataan tersebut.
Kanada bergabung dengan sejumlah negara seperti Norwegia, Brazil dan Slovenia yang mendorong Komite Olimpiade Internasional (IOC)untuk menunda olimpiade tersebut
Sementara itu, IOC mengatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan penyelenggara. Mereka mengaku telah melakukan serangkaian pembicaraan serius terkait perkembangan sistuasi kesehatan dan dampaknya terhadap Olimpiade. “Termasuk, skenario penundaan,” tambah pernyaaan tersebut. IOC dipercaya akan megumumkan hal ini dalam empat pekan ke depan.
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengatakan bahwa penundaan olimpiade menjadi opsi pilihan jika pelaksanaan olimpiade tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.
Pengumuman tersebut disambut positif oleh bada-badan dan lembaga olahraga dunia. Mereka berujar bahwa COVID-19 telah merusak tatanan jadwal terkhusus pelatihan para atlet. Pemberlakukan social distancing semakin membuat pelatihan atlet mengalami hambatan. [Mohamad Deny Irawan]























