Athena, Gontornews — Sedikitnya enam orang tewas dan 57 berhasil diselamatkan ketika sebuah kapal yang membawa migran terbalik di Pulau Paros pada hari Jumat (24/12), kata penjaga pantai Yunani dirilis dw.com.
Setidaknya 12 orang masih hilang, menurut pihak berwenang. Beberapa kapal penjaga pantai dan sebuah helikopter terus mencari korban selamat semalaman.
Ini menjadi kapal karam ketiga pekan ini yang melibatkan migran di perairan Yunani.
Athens News Agency melaporkan bahwa 80 orang diyakini berada di kapal yang digambarkan sebagai perahu layar. Belum ada informasi yang jelas penyebab kapal itu karam.
Pihak berwenang Yunani mengatakan mereka telah menyelamatkan 90 orang dan menemukan 11 mayat dari kapal karam lainnya, ketika sebuah perahu layar tenggelam di sebuah pulau kecil tak berpenghuni di selatan Yunani pada Kamis.
Sebuah kapal yang diperkirakan membawa hingga 50 migran tenggelam di lepas Pulau Folegandros pada Selasa malam. Puluhan masih hilang.
Kecelakaan mematikan itu terjadi saat penyelundup mulai menyukai rute yang lebih berbahaya dari Turki ke Italia. Rute ini melewati pulau-pulau Aegean timur yang dijaga ketat, yang telah lama berada di garis depan krisis migrasi Yunani.
Penyelundup di Turki mengangkut kapal pesiar dengan migran dan mengirim mereka ke Italia.
Yunani menjadi titik masuk yang populer ke Uni Eropa bagi orang-orang yang melarikan diri dari konflik dan kemiskinan di Asia dan Afrika.
Kedatangan ke Yunani telah menurun selama dua tahun terakhir karena negara itu memperpanjang tembok di perbatasannya dengan Turki dan mulai mencegat kapal-kapal migran, sebuah taktik yang dikritik oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia.
“Orang-orang membutuhkan alternatif yang aman untuk penyeberangan berbahaya ini,” kata kantor Badan Pengungsi PBB, UNCHR, di Yunani, dalam sebuah tweet.
Lebih dari 116.000 pencari suaka melintasi Mediterania untuk mencapai negara-negara Uni Eropa tahun ini, menurut UNCHR.[]





















