Tripoli, Gontornews — Setidaknya 40 orang hilang dan dikhawatirkan tewas setelah sebuah kapal mengalami kecelakaan di lepas pantai Libya, menurut badan pengungsi PBB (UNHCR).
“Berita mengerikan datang ketika kemungkinan besar nyawa hilang dalam kecelakaan kapal di lepas pantai Libya,” kata Charlie Yaxley, juru bicara UNHCR, di Twitter, Selasa (27/8).
“Sekitar 60 orang telah diselamatkan dan dibawa ke pantai. Tapi setidaknya 40 orang diperkirakan tewas atau hilang,” katanya dikutip Aljazeera.
Komentarnya muncul ketika Ayoub Gassim, juru bicara penjaga pantai Libya, mengatakan kepada kantor berita The Associated Press bahwa setidaknya lima mayat, termasuk seorang anak, ditemukan di dekat kota Khoms, sekitar 120 km timur ibukota, Tripoli.
Dia mengatakan setidaknya 65 orang, sebagian besar dari Sudan, telah diselamatkan dan operasi pencarian sedang dilakukan untuk mereka yang masih hilang. Para penyintas juga termasuk orang-orang dari Mesir, Maroko dan Tunisia, menurut Yaxley.
Alarm Phone, sebuah kelompok pendukung independen untuk orang-orang yang melintasi Laut Mediterania, mengatakan lebih dari 100 orang berada di atas kapal terbalik itu.
Kapal yang tidak layak dijejali orang-orang yang melakukan perjalanan berbahaya ke Eropa secara rutin terbalik di Libya. Tahun ini, di seluruh Mediterania, tercatat lebih dari 850 kematian. [RM]






















