Jakarta, Gontornews — Pemerintah melalui Kementerian Agama bekerja sama dengan Penerbit Erlangga, Kamis (4/8/2022), meluncurkan dua buku berjudul “Panduan Literasi Digital bagi Guru Madrasah” dan “Panduan Berpikir Komputasional bagi Guru Madrasah” dalam pagelaran acara Islamic Book Fair di Jakarta Convention Center, Jakarta.
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengapresiasi peluncuran buku panduan literasi digital bagi guru madrasah tersebut. Beliau menjelaskan bahwa buku ini selaras dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru agar selaras dengan tuntutan revolusi industri 4.0
“Buku ini merupakan salah satu bacaan penting untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru madrasah agar selaras dengan tuntutan era Revolusi 4.0,” kata Wamenag dalam rilis yang Gontornews terima.
Wamenag Zainut Tauhid menjelaskan bahwa Madrasah merupakan satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum dan kekhasan Agama Islam. Karena itu, ia berharap madrasah juga dapat aktif dalam upaya mewujudkan visi Indonesia 2045.
“Hal ini sejalan dengan visi madrasah yang telah tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Madrasah 2010 – 2030, yakni ‘mewujudkan madrasah yang unggul dan kompetitif,” ucap Wamen yang hadir dalam acara peluncuran buku terbaru Emir (Erlangga Group) tersebut.
Pada saat yang bersamaan, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof Dr Muhammad Ali Ramdhani, juga mengapresiasi penerbitan buku ini. Menurutnya, guru madrasah yang berkualitas akan berdampak pada kualitas anak didik di madrasah.
“Untuk menjadi madrasah hebat bermartabat, kita harus membangun sistem digital yang kuat. Kita tidak bisa lagi bekerja secara manual. Pelan-pelan, kita harus mulai mengarah pada penguatan kultur digital,” kata Ali.
Melalui buku ini, Rahmat Hidayatullah, mengungkapkan bahwa alasan di balik peluncuran buku ini adalah bagaimana pemerintah, dapat mendorong guru untuk meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogiknya.
“Salah satu kompetensi yang harus guru abad ke-21 miliki adalah kompetensi literasi digital dan keterampilan berpikir komputasional. Saya berharap dua buku ini dapat menjadi rujukan primer bagi guru madrasah,” ungkap Rahmat.
“Melalui penguasaan atas kedua jenis keterampilan abad ke-21 ini, guru madrasah diharapkan menjadi pendidik garda depan dalam pengembangan pedagogi inovatif di era Pendidikan 4.0,” tutup Rahmat Hidayatullah. [Mohamad Deny Irawan]





















