New Delhi, Gontornews — Kepolisian Mumbai, Kamis (8/7/2021), meminta masyarakat untuk waspada terhadap keberadaan vaksin Covid-19 palsu. Lebih dari 4.000 orang menerima dosis vaksin Covid-19 palsu di puluhan kamp vaksinasi swasta di Mumbai dan beberap kota metropolitan sejak Mei. Pada bulan Juni, 2.000 orang di provinsi Kalkota juga mendapatkan perlakuan serupa.
βKami telah meminta warga untuk terus waspada,β ungkap perwira senior dari Kantor polisi Khar Mumbai, Anchalwar Shailesh, kepada Arab News.
βKami sedang menyelidiki kasus ini dan pada tahap ini kami tidak dapat memberi banyak hal detail (terkait kasus ini),β imbuhnya.
Salah seorang warga Mumbai mengaku tidak mengetahui bahwa ia menerima vaksin palsu pada akhir Mei lalu. Warga bernama Umesh Shah merasa bahwa kamp vaksinasi tersebut resmi dari pemerintah karena diselenggarakan oleh sebuah rumah sakit swasta.
βSetelah gelombang kedua, kecemasan kami untuk melindungi diri dari Covid-19 semakin tinggi. Orang-orang memanfaatkan kerentanan kami,β kata Umesh.
βTidak ada alasan bagi kami untuk tidak percaya ketika sebuah rumah sakit swasta mendekati kami untuk vaksinasi. Tetapi, kecurigaan muncul ketika sertifikat kami tidak datang selama berhari-hari,β ungkap warga lain bernama Hitesh Patel.
βKetika sertifikat datang, itu pun berasal dari rumah sakit yang berbeda dan berbeda dengan tanggal kami menerima dosis pertama vaksin pada 30 Mei lalu. Kami kemudian baru menyadari bahwa kami mengalami penipuan dan segera melaporkannya ke pihak kepolisian,β sambung Patel.
Patel menjelaskan bahwa ia meneirma suntikan dosis vaksin palsu berupa air garam sebagai pengganti vaksin Covid-19 yang asli.
Program vaksinasi Covid-19 di India mengandalkan dua vaksin yang diproduksi secara lokal, yaitu: 1) vaksin Covishield, Oxford-AstraZenec yang diproduksi Serum Institute of India dan Covaxin lokal yang diproduksi Bharat Biotech. Sementara yang terbaru, vaksin Covid-19 asal Rusia, Sputnik-V, baru saja mendapatkan persetujuan penggunaan darurat pada April lalu.
Karena kampanye vaksinasi di India berjalan lambat, banyak masyarakat memilih untuk melakukan vaksinasi berbayar. Sejauh ini, India baru melaksanakan vaksinasi kurang dari 5 persen warga India yang mencapai 1,3 Milyar warga. [Mohamad Deny Irawan]





















