Makkah, Gontornews–Hampir 100 juta pendengar di seluruh dunia, termasuk jamaah haji tahun ini, mendapatkan manfaat dari terjemahan ke dalam 10 bahasa yang berbeda dari khotbah puncak Haji 1442H disampaikan untuk menandai Hari Arafah.
Kantor Berita OKI melaporkan, Rabu (21/7), terjemahan itu disiarkan langsung untuk Muslim dan non-Muslim yang berbahasa non-Arab di seluruh dunia sebagai bagian dari “Proyek Penjaga Dua Masjid Suci untuk menerjemahkan Khotbah Arafah dan Khotbah Dua Masjid Suci”, yang berafiasi berafiliasi dengan Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Hari Arafah, hari di mana para jamaah haji berkumpul untuk berdoa dan bertaqarrub kepada Allah.
Meskipun budaya mereka berbeda dan bahasa mereka beragam, mereka sama-sama mendengarkan khutbah yang sama, khutbah hari Arafah.
Sebagai bentuk kesungguhan dari Kerajaan Arab Saudi dalam rangka menyampaikan khutbah kepada kaum muslimin di seantero penjuru dunia, juga sebagai bagian dari proyek Pelayan Dua Tanah Suci untuk terjemahan khutbah al-Haramain dan khutbah Hari Arafah, maka Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mempersembahkan siaran langsung khutbah Hari Arafah dengan diterjemahkan ke sepuluh bahasa.
Syaikh Dr. Bandar Baleelah, hafizahullah, resmi ditunjuk oleh Khadimul Haramain untuk menyampaikan Khutbah Haji Arafat tahun ini di Masjid Namirah.
Menurut statistik resmi, tingkat mendengarkan penerima terjemahan khotbah adalah sebagai berikut: Melayu (53,5%), Inggris (12,4%), Prancis (7,8%), Cina (6,3%), Urdu (4,4%), Persia (3,7%), Bengali (3,4%), Hausa (3,2%), Rusia (2,8%) dan Turki (2,5%). [fathur]



















