Jakarta, Gontornews – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), KH Hasan Abdullah Sahal mengenang pesan ayahnya, KH Ahmad Sahal, untuk mengajark santri ketimbang langsung meneruskan pendidikan di perguruan tinggi di Indonesia selepas lulus dari Gontor. Bahkan, Kiai Sahal siap memberikan gelar akademik sarjana muda lillāhi ta’āla kepada Hasan kecil.
“Saya ingat, saat saya tamat kelas 6, ketika itu haflatul wada’, bapak itu tidak mau saya masuk perguruan tinggi di Indonesia. Kata pak Kahar Muzakir, orang belum pintar kalau belum mengajar,” kata KH Hasan Abdullah Sahal saat memberi sambutan dalam reuni Abu Sittin yang diselengarakan IKPM Jakarta, di Hotel Santika Jakarta, Selasa (10/4) malam.
“Pokoknya ngajar di sini. Kalau sudah 3 tahun, saya kasih titel BA (sarjana muda) lillāhi ta’āla. Jadi kalau saya sekarang dapat (gelar) doktor honoris humoris causa tidak apa-apa to? Paling masuk masuk penjara, mati masuk surga,” tegas kiai Hasan sambil diakhiri tawa para peserta yang mayoritas beumur 60 tahun atau lebih tersebut.
Bagi Kiai Hasan, Reuni Abu Sittin merupakan wadah menarik karena diisi oleh orang-orang yang tahu kepentingan.
“Orang penting itu adalah orang yang tahu kepentingan. Orang penting bagi orang yang tidak penting, tidak penting. Orang yang tidak penting bagi orang yang penting jadi penting. Jadi kumpul seperti ini tidak penting, bagi orang yang tidak penting, menjadi tidak penting. Tapi begitu orang penting merasa penting itu karena dia tahu ada kepentingan,” tambah Kiai kelahiran Ponorogo 71 tahun silam tersebut.
Selain Kiai Hasan, hadir dalam pertemuan tersebut, Koordiantor Abu Sittin, KH Saefudin Arief, Sekretaris Badan Wakaf PMDG, KH Akrim Mariyat, Rektor UNIDA Gontor, Prof Amal Fathullah Zarkasyi, KH Cholil Ridwan dari Jakarta, KH Ahmad Rosyidi dari Bekasi dan sejumlah alumni Gontor berusia 60 tahun dari seluruh Indonesia.
Dalam reuni Abu Sittin kali ini, definisi ‘abu sittin’ diperluas dari sekedar alumni tahun 60-an menjadi reuni alumni yang sudah berusia 60 tahun ke atas. [Mohamad Deny Irawan]





















