Maria Martinez adalah wanita Meksiko yang masuk Islam dua tahun silam. Awalnya ia ragu dan malu untuk mengenakan jilbab. Tapi sekarang ia percaya diri mengenakannya. Berikut pengakuannya sebagaimana dikutip Al Jazeera:
Saya belajar tentang Islam karena saya tertarik untuk belajar tentang agama-agama yang berbeda. Saya mulai membaca al-Qur’an dan memilih tema peran perempuan dalam Islam untuk tesis saya.
Rasa ingin tahu saya begitu besar sehingga saya memutuskan untuk berpuasa selama bulan Ramadhan dan mulai berdoa. Pada saat itulah saya memutuskan untuk bersyahadat. Saya mengenakan jilbab hanya ketika pergi ke masjid saja. Saya merasa malu untuk menunjukkan kepada keluarga saya, percaya mereka tidak akan mengerti.
Tantangan terbesar adalah ibu saya. Ia menolak untuk melihat putri satu-satunya menutupi rambutnya. Suami saya, yang orang Saudi, tidak pernah mendorong saya untuk memakainya. Sebaliknya, ia percaya fungsi jilbab adalah untuk melindungi perempuan, jadi jika memakainya akan menyebabkan saya bermasalah, ya bertentangan dengan tujuannya.
Tapi, suatu hari, saya memutuskan untuk memakainya. Saya tahu bahwa saya akan menghadapi penolakan dari masyarakat dan keluarga saya. Dan bahkan mungkin akan kehilangan peluang pekerjaan. Tapi saya tidak peduli, karena sama seperti orang Barat yang memiliki hak untuk berpakaian atau menanggalkannya. Mengenakan jilbab bagi saya adalah klaim dari hak yang kita miliki sebagai umat Islam. Pada awalnya, saya takut bahwa orang akan menyinggung perasaan saya, tapi secara keseluruhan, responnya positif.
Orang menghormati saya, dan jilbab memberi saya kesempatan untuk menunjukkan kepada mereka bahwa jilbab tidak menghalangi seseorang menjadi Muslim yang profesional. Ini adalah tanggung jawab yang besar. Semua mata tertuju pada Anda, dan Anda tidak memberikan citra buruk terhadap Islam.
Sebagai seorang wanita Barat, saya berhasil mengalahkan rintangan untuk berjilbab. Saat ini saya aktif di Kementerian Ekonomi, menyelesaikan kuliah saya dalam ilmu komunikasi di universitas dan memulai bisnis. [Rusdiono Mukri]




















