Gaza, Gontornews — Indonesia akan memiliki klinik di Yerusalem untuk pertama kali. Kinik ini hanya berjarak sekitar sekitar 50 meter dari Kompleks Masjid Al-Aqsha. Nantinya, klinik ini akan memberikan pelayanan medis serta pemberian obat-obatan untuk ribuan warga Palestina di Yerusalem secara gratis seperti yang sudah tersedia di Gaza.
Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT Β menjelaskan, bantuan ini merupakan dukungan Sahabat Dermawan melalui Aksi Cepat Tanggap.
“Area klinik iniΒ berdekatan dengan dome of the rock atau kubah emas di Al-Aqsha,” ujarnya, Ahad (20/6).
Saat ini proses perizinan Klinik Indonesia Yerusalem tengah memasuki tahap menunggu persetujuan dokumen. Klinik tersebut juga sejatinya merupakan klinik yang sudah beroperasi, dan memberikan layanan berbayar. Namun, dengan dialihkannya klinik tersebut ke ACT, maka layanan kesehatan akan menjadi gratis dan optimal.
“Klinik ini akan memberikan layanan medis umum atau spesialis. Klinik ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti bedah tingkat menengah, hingga ruang darurat yang akan menampung pasien kritis. Diperkirakan, per bulannya klinik ini mampu memberikan perawatan medis untuk seribu warga Palestina di Yerusalem,β terang Firdaus.
Jika nanti klinik ini mulai beroperasi, maka klinik ini akan menjadi klinik ke enam yang akan dimiliki ACT di Palestina, yang mana lima di antaranya beroperasi di tiap kegubernuran di Gaza. Β Tidak seperti di Gaza, Firdaus menuturkan bahwa pengadaan klinik Indonesia di Yerusalem jauh lebih sulit, salah satunya memperoleh izin oleh otoritas terkait.
“Maka dari itu, baru akan ada satu klinik di Yerusalem, ketimbang di Gaza yang akan ada lima klinik. Semoga Allah memudahkan ikhtiar kita untuk memberikan yang terbaik bagi saudara kita di Palestina,” tutupnya.[]





















