Jakarta, Gontornews — Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Putu Rahwidhiyasa, mengatakan, sebagai upaya menuju Indonesia Global Hub 2024, KNEKS telah menyusun kerangka kerja yang memudahkan dan membuka kesempatan berbagai pemangku kepentingan untuk saling bersinergi guna mengakselerasi pengembangan UMKM Industri Halal yang berbasis ekonomi digital.
“Kami menerapkan lima pendekatan strategis pengembangan UMKM industri halal, melalui sinergi peningkatan kapasitas, inkubasi dan pembiayaan, pemasaran, kemitraan, dan pemberdayaan digital,” kata Putu.
Dia juga menyampaikan, KNEKS tengah menggulirkan satu program prioritas Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), sebagai bentuk konkret untuk menyediakan kuliner halal bagi masyarakat dalam wisata halal.
“Untuk mewujudkan Zona KHAS ini perlu melibatkan stakeholder dinas, instansi dan lembaga terkait,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan duplikasi Zona KHAS di 13 titik, pada delapan Provinsi, khususnya di wilayah destinasi wisata ramah Muslim. Dan itu dibagi menjadi empat kluster, yaitu komunitas, Pemda, Perguruan Tinggi, dan kluster pemerintahan.
Bazar produk halal dan keuangan syariah, Muslim LifeFair, oleh Lima Event dan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) akan kembali digelar pada 17-19 Maret 2023, dengan membidik pasar kebutuhan Ramadhan.
Gelaran yang diselenggarakan sejak 2019 ini akan digelar di JIEXPO Kemayoran, menempati area seluas 6.000 m², dengan 230 booth dari 128 brands dengan berbagai kategori.
Ketua KPMI Rachmat Marpaung, berharap Zona KHAS juga tersedia di area kuliner Muslim LifeFair yang baru dibranding dengan nama Serlok Kuliner,
“Tahun ini, kami juga menambahkan program acara baru berkolaborasi dengan Uki Kautsar eks Noah dan Reda Samudera. Mereka punya platform YouTube dengan program baru bernama Serlok Kuliner, yaitu program santai memperkenalkan tempat lokasi kuliner yang nyaman, dan tentu enak, juga halal,” pungkasnya. [Fath]





















