Seoul, Gontornews — Korea Selatan memutuskan untuk menutup semua resor pariwisata ski dan tempat wisata musim dingin demi menghentikan penyebaran virus korona. Pemerintah berujar bahwa penularan Covid-19 gelombang ketiga ini sulit untuk dikendalikan terutama bagi wilayah padat penduduk di sekitar ibukota, Seoul.
Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Sye-kyun, mengatakan pemerintah akan menutup fasilitas ski, gelanggang es dan sejumlah lokasi wisata mulai 24 Desember hingga 3 Januari mendatang. Tak hanya itu, pemerintah juga melarang pertemuan lebih dari 4 orang serta menerapkan protokol ketat terkait restoran.
Pada Senin (21/12) malam waktu setempat, Pemerintah Korea Selatan melaporkan penambahan 869 kasus Covid-19. Namun, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA) mencatat penurunan kasus infeksi sepekan sebelumnya yang mencapai 1.097 kasus.
Wakil Direktur KDCA, Kwon Jun-wook juga memerintahkan kepada semua pengusaha hotel dan resor untuk membatasi pemesanan kamar maksimal 50 persen dari kapasitas maksimal.
Selain menutup objek wisata, Korea Selatan juga terus mengupayakan pengadaan vaksin Covid-19. Tidak hanya itu, Korea Selatan juga berencana untuk mengembangkan vaksin serta obat perawatan lokal.
Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, optimis pihaknya dapat mengupayakan agar seluruh warga mendapatkan akses vaksin. “Kami yakin dapat melakukan vaksinasi bagi masyarakat dalam waktu dekat. Kami akan terus bersiap dengan baik,” kata Moon dilansir Reuters.
Sejauh ini, Korea Selatan telah menolak seruan untuk memberlakukan fase 3 penanganan Covid-19. Pada fase tersebut, Pemerintah Korea Selatan memberlakukan aturan jarak sosial paling sulit. Sejumlah pihak berujar bahwa pembatasan sosial fase ketiga sama halnya dengan mengunci akses ekonomi bagi negara Asia Timur tersebut. [Mohamad Deny Irawan]





















