Moskow, Gontornews – Pemerintah Rusia melalui jurubicara Kremlin, Dmitry Peskov, meminta kepada Pemerintah Turki untuk menjelaskan kedatangan sejumlah pasukannya di Suriah. Pihak Kremlin merasa bahwa kedatangan pasukan Turki berpotensi merusak hubungan kedua negara.
“Pengumuman itu benar-benar datang seperti berita untuk kami,” ungkap Jurubicara Kremlin, Dmitry Peskov, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (30/11).
“Ini adalah pernyataan yang sangat serius dan sangat berbeda dengan kesepahaman yang terjalin terkait situasi (di Suriah). Kami berharap, Pemerintah Turki bisa menjelaskan pernyataan tentang hal ini,” tambahnya.
Pernyataan keras yang dilontarkan pihak Kremlin kepada Turki terjadi setelah Presiden Turki, Racip Tayyep Erdogan, mengirim pasukan tempurnya untuk menggulingkan Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Bagi pihak Kremlin, pengiriman sejumlah tentara Turki ke Suriah adalah hal yang mengejutkan, sehingga meminta penjelasan resmi dari Presiden Erdogan.
Sebelum mengumumkan untuk mengirim pasukan ke Suriah, Erdogan sempat mengkritik kegagalan PBB di Suriah.
“Kami ada untuk membawa keadilan. Kami ada untuk mengakhiri rezim Assad yang telah meneror negara,” pungkas Erdogan. [Mohamad Deny Irawan/Rus]




















