Kuwait City, Gontornews — Kuwait akan menjadi tuan rumah KTT tahunan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) bulan depan, meskipun organisasi ini mengalami keretakan di antara beberapa negara anggotanya. Pertemuan puncak akan berlangsung pada 5-6 Desember 2017.
Seperti dirilis Aljazeera, undangan telah dikirim ke enam negara anggota pada hari Rabu (29/11).
GCC adalah aliansi politik dan ekonomi negara-negara di Jazirah Arab, termasuk Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Ada keraguan tentang apakah KTT tersebut akan berlanjut setelah Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir memberlakukan blokade di Qatar pada bulan Juni.
Kuartet tersebut menuduh Qatar mendanai “terorisme”, tuduhan yang dibantah dengan keras oleh Qatar. Kuwait telah mengambil peran sebagai mediator dengan harapan bisa menyelesaikan krisis.
Bulan lalu, Bahrain mengancam akan memboikot KTT tersebut jika Qatar hadir.
“Selama Qatar melanjutkan sikapnya, Kerajaan Bahrain tidak akan ikut dalam pertemuan GCC yang dihadiri oleh Qatar, kecuali jika dia memperbaiki sikapnya, memahami dan merespons tuntutan negara-negara yang sangat menderita dari kebijakannya,β kata Raja Hamad bin Isa Al Khalifa pada tanggal 31 Oktober lalu.
Juga di bulan Oktober, Sheikh Sabah Al Ahmad Al Sabah, emir Kuwait, memperingatkan bubarnya GCC jika krisis dengan Qatar berlanjut.
“Setiap eskalasi akan membawa seruan langsung untuk intervensi regional dan internasional, yang akan menghancurkan keamanan Teluk dan rakyatnya,” katanya.
“Sejarah dan generasi masa depan orang Arab tidak akan melupakan orang-orang yang berkontribusi terhadap eskalasi konflik dan menyebabkan kehancuran Teluk.”
Didirikan pada tahun 1981, GCC mempromosikan kerjasama ekonomi, keamanan, budaya dan sosial di antara enam negara dan mengadakan pertemuan puncak setiap tahun untuk membahas permasalahan regional. [Rusdionon Mukri]





















