Depok, Gontornews — Hidup berumah tangga selalu identik dengan hidup serumah, sekamar, dan seranjang dengan pasangan kita. Namun, jika ternyata pasangan terpaksa harus tinggal berjauhan, maka tidak ada jalan lain kecuali harus bersabar, setia, dan mengerti keadaan satu sama lain.
Nabi SAW bersabda,” Tidak ada anugerah yang didapatkan seorang Mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik baginya daripada memperoleh istri yang shalihah. Yaitu, istri yang jika diperintahkan sesuatu kepadanya, ia menaatinya. Jika suami memandangnya, ia menyenangkannya. Jika suami memberinya nafkah, ia menerima dengan baik. Dan jika suami pergi, ia menjaga diri dan harta suaminya.” HR. Bukhari.
LDR (Long Distance Relationship) memang riskan menimbulkan banyak masalah, termasuk soal kehadiran orang ketiga sebagai pelipur kesepian. Nah, menyikapi prasangka kehadiran orang ketiga, pasangan sebaiknya jangan gegabah bertindak. Selama masalah itu masih dalam kategori dugaan dan bisa diselesaikan dengan baik, maka selesaikanlah secara tenang, bijaksana, dan tegas.
Psikolog hubungan romantis dan kebahagiaan Pingkan CB Rumondor, sebagaimana dikutip Nusantaranews mengatakan, “Terbiasanya pasangan menggunakan teknologi untuk komunikasi membuat LDR terasa dekat. ”
Dengan begitu, kemajuan teknologi bisa dijadikan alat bantu pasangan untuk saling mengontrol keadaan satu sama lain. Sehingga meski LDR, namun pasangan tetap merasa lebih intim dan akrab dalam jalinan percintaan mereka.
Baiknya lagi, sebelum hal itu terjadi, pasutri sudah saling merefresh kembali ikatan janji setia mereka agar saling setia. Jagalah komunikasi, ungkapkan rasa rindu dan sayang selalu, serta jagalah kehormatan satu sama lain.
Sebagaimana sabda Nabi SAW, “ Sebaik-baik perempuan adalah yang mampu mengendarai unta. Sedangkan perempuan Quraisy yang paling shalihah adalah istri yang memberi perhatian penuh kepada anak-anaknya waktu kecil, dan memelihara kehormatan suaminya setelah menikah.” (HR Bukhari). Dengan begitu, jarak dan waktu terasa tak menghalangi dan yang tersisa hanyalah kerinduan semata. [Edithya Miranti]





















