Stockholm, Gontornews — Sebuah survei mengungkap lebih dari 50 persen warga Swedia mendukung larangan pembakaran kitab suci Al-Qur’an dan kitab suci lainnya. Sementara 34 persen warga menganggap aksi pembakaran kitab suci merupakan bagian dari kebebasan berbicara dan berekspresi. Sedangkan 15 persen lainnya tidak berkomentar.
Survei yang dilakukan oleh perusahaan riset Sipo di Swedia ini dilakukan pada 14-16 Maret 2023 yang melibatkan 1.370 responden.
Sementara itu penyiar publik SVT mengatakan insiden provokatif oleh politisi sayap kanan Denmark Rasmus Paludan telah merugikan kas negara hingga 88 juta krona Swedia atau sekitar 126,7 Miliar Rupiah.
Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Denmark Stram Kurs, melakukan aksi pembakaran Al-Qur’an di depan kantor kedutaan besar Turki untuk Swedia di Stockholm.
Paludan bahkan tidak segan mengeluarkan kata-kata kasar yang menyerang Islam dan para imigran yang ada di Swedia. “Jika Anda tidak mengakui sebuah kebebasan berekspresi, Anda seharusnya tinggal di tempat lain,” kata Paludan sebagaimana dilansir Anadolu.
Akibat aksi pembakaran Al-Qur’an, banyak negara-negara muslim dunia mengecam tindakan tersebut termasuk Turki, organisasi LSM maupun kelompok hak asasi manusia. [Mohamad Deny Irawan]



















