Beirut, Gontornews — Sebuah ledakan dahsyat mengguncang sebuah kamp Palestina di kota pelabuhan Tirus, Lebanon selatan, pada Jumat (10/12) malam, melukai sekitar selusin orang.
Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon melaporkan jumlah kematian belum diketahui, tetapi media lokal dan pekerja pertahanan sipil di tempat kejadian mengatakan tidak ada korban jiwa. Sebuah sumber keamanan juga mengatakan korban jiwa belum tercatat.
NNA dikutip Arabnews.com melaporkan bahwa ledakan itu berasal dari gudang senjata Hamas di kamp Burj Al-Shemali dan seorang hakim telah memerintahkan pasukan keamanan untuk melakukan penyelidikan.
Sejumlah faksi Palestina bersenjata, termasuk Hamas dan Gerakan Fatah, memegang kendali efektif atas kira-kira selusin kamp Palestina di negara itu, yang menurut kebiasaan tidak dimasuki oleh otoritas Lebanon.
Kantor Berita Shehab, yang dekat dengan Hamas, mengutip sumber Palestina mengatakan ledakan itu disebabkan oleh pengapian tabung oksigen yang disimpan untuk digunakan dalam memerangi pandemi COVID-19.
Sumber keamanan mengatakan api telah berhasil dikendalikan.
Namun Hamas belum berkomentar secara resmi.
Daerah di sekitar ledakan telah dievakuasi dan kru penyelamat telah dikerahkan, kata sumber Palestina.[]






















