Kabul, Gontornews – Dua ledakan di sebuah klub olahraga di Kabul, Afghanistan, Rabu (5/9) menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai 70 orang lainnya.
Seperti dirilis Aljazeera, dua wartawan – seorang wartawan dan seorang juru kamera – yang bekerja untuk Tolo News, termasuk di antara yang tewas dalam serangan itu.
Dalam twitnya, Rabu (5/9), Kepala Tolo, Lotfullah Najafizada, memberi penghormatan kepada Samim Faramarz (28) dan Ramiz Ahmadi (23), yang ia gambarkan sebagai “dua jurnalis terbaik kami”.
Saad Mohseni, kepala MOBY Group, yang merupakan bagian dari Tolo News, menggambarkan para jurnalis itu sebagai sosok muda yang tak kenal takut dan bijaksana.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan di Dasht-e-Barchi, tempat tinggal bagi banyak anggota minoritas etnis Muslim Syiah Hazara.
Ledakan pertama dipicu oleh pembom bunuh diri dan diikuti oleh bom mobil tak lama setelah itu, kata juru bicara kementerian dalam negeri Najib Danish.
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengecam pemboman itu. “Serangan terhadap warga sipil dan pekerja media merupakan serangan terhadap kebebasan berbicara dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Jurubicara polisi Kabul Hashmat Stanekzai mengatakan, ledakan kedua terjadi ketika polisi membantu korban dan sejumlah perwira terluka. [Rusdiono Mukri]






















