Kairo, Gontornews — Setidaknya 27 orang tewas dalam ledakan di dalam sebuah gereja di kota Delta Nil, Tanta, Mesir. Media pemerintah melaporkan, ledakan lain menewaskan 16 orang di depan sebuah gereja di kota pesisir, Alexandria.
Kelompok bersenjata ISIS pada hari Ahad (9/4) mengklaim bertanggung jawab atas kedua serangan itu.
Dalam sebuah pernyataan melalui situsnya, Amaq, serangan itu dilakukan oleh dua pejuangnya yang mengenakan rompi bunuh diri.
Setelah ledakan, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi memerintahkan tentara untuk membantu mengamankan “fasilitas vital” di seluruh negeri.
Serangan pertama terjadi di gereja Koptik Mar Girgis, yang juga dikenal sebagai gereja St George. Di gereja ini sedang berlangsung perayaan memperingati masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem.
Televisi pemerintah Mesir melaporkan, setidaknya 71 orang terluka dalam serangan itu.
Beberapa jam setelah pengeboman di Tanta, ledakan lain terjadi di depan gereja Saint Mark di Alexandria, di mana Paus Koptik Tawadros II memimpin layanan.
Media pemerintah Mesir mengatakan sedikitnya 16 orang, termasuk tujuh polisi, tewas dalam serangan bom bunuh diri.
Sejumlah media sosial menyebutkan, setidaknya dua petugas polisi yang mencoba mencegah pembom memasuki gereja, juga ikut tewas dalam ledakan itu. [Rusdiono Mukri]



















