Kairo, Gontornews — Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengatakan, negara akan memberlakukan keadaan darurat selama tiga bulan. Ini menyusul dua ledakan bom yang menewaskan puluhan jamaah di gereja-gereja Kristen Koptik, Mesir.
Kelompok bersenjata ISIS mengaku bertanggung jawab atas pemboman bunuh diri hari Ahad (9/4) di kota-kota Delta Nil, Alexandria dan Tanta, di mana lebih dari 40 orang tewas.
“Serangkaian langkah-langkah yang akan diambil, yang paling penting, pengumuman keadaan darurat selama tiga bulan setelah mengambil langkah hukum dan konstitusi,” kata Sisi dalam pidato yang disiarkan di televisi negara.
Sisi, yang pada tahun 2013 mengudeta presiden yang terpilih secara demokratis Mohamed Morsi, pemimpin Ikhwanul Muslimin, mengumumkan keadaan darurat setelah bertemu dengan Dewan Pertahanan Nasional.
Berdasarkan konstitusi Mesir, keadaan darurat harus disampaikan kepada DPR untuk memperoleh persetujuan dalam jangka waktu tujuh hari.[Rusdiono Mukri]





















