Tripoli, Gontornews — Pemerintah Libya yang diakui secara internasional mengatakan pasukannya telah menewaskan delapan pejuang yang setia kepada komandan militer pemberontak yang berbasis di timur, Khalifa Haftar.
Pernyataan juru bicara militer Mohamed Gnunu pada hari Sabtu (18/4) datang ketika pasukan yang bersekutu dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB meningkatkan serangan mereka terhadap pangkalan-pangkalan depan Haftar di Libya barat.
Pasukan GNA dalam beberapa hari terakhir merebut kembali sejumlah kota strategis yang terletak di sebelah barat Tripoli, termasuk Sabratha, Surman dan al-Ajaylat.
Libya, produsen minyak besar, telah dilanda kekacauan sejak 2011 ketika Presiden Muammar Gaddafi terbunuh dalam pemberontakan yang didukung NATO.
Sekarang negeri itu terpecah menjadi dua administrasi: GNA yang berbasis di Tripoli, dipimpin oleh Perdana Menteri Fayez al-Sarraj, dan Dewan Perwakilan yang bersekutu dengan Haftar dan Tentara Nasional Libya (LNA).
Pada April 2019, Haftar melancarkan serangan militer untuk merebut kendali Tripoli, tetapi serangan itu sebagian besar berhasil digagalkan oleh pasukan yang setia kepada GNA.
Gnunu mengatakan pasukan GNA pada Sabtu menyerbu sebuah kamp di daerah al-Hawatim dekat kota Tarhouna, menangkap 12 pejuang dari LNA Haftar dan menyita beberapa kendaraan lapis baja.
“Perkembangan terakhir mengancam keberadaan pasukan Haftar di seluruh Libya barat,” kata Mahmoud Abdelwahed dari Aljazeera, yang melaporkan dari Tripoli.
“Kota Tarhouna adalah benteng utama bagi Haftar setelah mereka kehilangan kota Gharyan Juni lalu. Penting untuk dicatat bahwa komando pusat pasukan Haftar sekarang terletak di Tarhouna dan dari sanalah ahli militer Mesir, Emirat dan Rusia menjalankan ofensif Haftar terhadap Tripoli.”
Pada 17 Maret, PBB dan sembilan negara meminta pihak-pihak yang bertikai di Libya untuk menghentikan permusuhan agar para pejabat kesehatan dapat berperang melawan virus corona.
Berbagai upaya PBB untuk menengahi gencatan senjata gagal sejak utusannya, Ghassan Salame, mundur dari jabatannya karena alasan kesehatan pada awal Maret. []
![Pasukan yang berpihak pada GNA dalam beberapa hari terakhir merebut kembali sejumlah kota strategis di barat Tripoli, termasuk Sabratha, Surman dan al-Ajaylat [Hazem Turkia / Anadolu]](https://i0.wp.com/gontornews.com/wp-content/uploads/2020/04/GNA.jpg?resize=750%2C375&ssl=1)





















