10
Tonton Selengkapnya
32 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 20 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Lokasi, Lokasi, Lokasi: Pelajaran dari KH Sofwan Manaf

Oleh Muhammad Irfanudin Kurniawan*

[[CAP:Editor]] Rusdiono Mukri by [[CAP:Editor]] Rusdiono Mukri
30 April 2026
in Kolom
0
Lokasi, Lokasi, Lokasi: Pelajaran dari KH Sofwan Manaf

Foto: Pesantren Darunnajah

Tahun 2014, awal saya masuk Darunnajah. Waktu itu, saya diajak KH Sofwan Manaf, salah satu pimpinan pesantren, untuk mengunjungi salah satu gudang yang lokasinya di Sukabumi Ilir, sekitar sepuluh sampai lima belas menit dari Darunnajah Ulujami.

Di dalam mobil, saya memberanikan diri bertanya. “Ustadz, kalau kita mau beli tanah, bagaimana cara memilihnya?”

Beliau tersenyum. Lalu jawab, “Ada tiga hal yang harus diperhatikan.”

Saya nunggu. Beliau diam. Saya tanya lagi, “Apa itu, Ustadz?”

BACA JUGA

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Berani untuk Bebas

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Struktur dan Kultur

“Yang pertama,” katanya, “lokasi.”

Saya menulis di dalam hati: lokasi. Lalu saya menunggu poin kedua. Beliau diam lagi. Sambil melambatkan mobil, saya tanya, “Yang kedua apa, Ustadz?”

Dengan tenang beliau jawab, “Lokasi.”

Saya mulai bingung. Tapi saya tanya lagi, “Kalau yang ketiga?”

“Lokasi,” jawab beliau.

Saya cuma bisa senyum. Di dalam hati mikir, ini kiai saya lagi ngajarin sesuatu yang sederhana tapi dalam. Tiga hal penting dalam membeli tanah: lokasi, lokasi, dan lokasi. Artinya, lokasi itu segalanya. Kalau salah pilih lokasi, apalah artinya bangunan megah, konsep canggih, tim sukses.

Waktu itu, tahun 2014, rasanya hukum itu berlaku untuk segalanya. Toko yang bagus harus di pinggir jalan raya. Kantor yang laris harus di pusat kota. Pesantren yang diserbu santri harus di tanah strategis, dekat pemukiman, mudah diakses.

Tapi dua belas tahun kemudian, saya menonton sebuah video di internet. Isinya kira-kira: sekarang orang bisa melakukan apa saja dari mana saja. Jualan bisa dari rumah. Ngajar bisa dari kamar. Rapat bisa dari mobil. Semua karena internet.

Lho, kalau begitu, hukum “lokasi, lokasi, lokasi” apakah masih berlaku?

Ketika Lokasi Fisik Mulai Kehilangan Makna

Saya jadi ingat beberapa pesantren yang dulu sepi, sekarang ramai. Kok bisa? Bukan karena pindah lokasi. Tapi karena mereka mulai nge-post kegiatan di media sosial. Live ngaji di YouTube. Kajian kitab via Zoom. Mereka tidak pindah tempat, tapi jangkauan mereka meluas. Orang dari Aceh, dari Papua, bahkan dari Malaysia, bisa ikut mengaji tanpa harus datang ke pesantren secara fisik.

Jadi, apakah lokasi fisik tidak penting lagi? Tentu tetap penting. Tapi sekarang ada konsep lain yang mungkin lebih penting: lokasi digital.

Lokasi digital adalah tempat di mana audiens Anda berada. Bisa di Instagram, TikTok, YouTube, WhatsApp, atau aplikasi lain. Jika pesantren hanya sibuk dengan lokasi fisik yang mentereng, tapi tidak punya lokasi digital yang memadai, maka kita bisa ketinggalan zaman.

KH Sofwan Manaf, dengan jawaban singkatnya, sebenarnya sedang mengajarkan kita untuk fokus pada hal yang paling menentukan. Dulu, lokasi fisik adalah yang paling menentukan. Sekarang, mungkin jawabannya bisa berbeda.

Lokasi Digital Juga Butuh “Lokasi, Lokasi, Lokasi”

Tapi apakah cukup hanya dengan punya akun YouTube? Tidak. Konsep “lokasi, lokasi, lokasi” juga berlaku di dunia digital. Artinya:

Lokasi digital yang tepat: jangan asal buat konten di platform yang sepi. Cari tahu di mana calon santri atau jamaah Anda berada. Kalau targetnya remaja, jangan cuma di Facebook. Kalau targetnya ibu-ibu, jangan cuma di TikTok.

Lokasi digital yang terawat: bukan sekadar punya akun, tapi mengelola konten dengan konsisten. Seperti tanah yang harus dibersihkan dan ditanami.

Lokasi digital yang berjaringan: terhubung dengan akun-akun lain, dengan influencer, dengan komunitas. Seperti lokasi fisik yang dekat dengan pasar dan jalan raya.

Pesantren di Era Digital

KH Sofwan Manaf tidak akan pernah membayangkan waktu itu bahwa dua belas tahun kemudian, dunia berubah secepat ini. Tapi saya yakin, semangat yang beliau ajarkan tetap sama: prioritaskan yang paling penting. Dulu itu lokasi fisik. Sekarang? Lokasi fisik tetap penting, tapi lokasi digital mungkin lebih darurat untuk segera diperhatikan.

Pesantren yang hanya mengandalkan kemegahan bangunan, tanpa gempuran konten digital, akan seperti rumah mewah di tengah hutan. Bagus, tapi sepi pengunjung. Sebaliknya, pesantren yang sederhana fisiknya, tapi punya “lokasi digital” yang ramai, bisa menjadi pusat perhatian.

Saya jadi teringat cerita seorang teman yang pesantrennya kecil di pinggir desa. Tanahnya cuma sepetak. Bangunannya biasa saja. Tapi tahun ini, jumlah pendaftar naik dua kali lipat. Kok bisa? Karena mereka aktif nge-vlog kegiatan santri di TikTok. Isinya lucu: santri main bola, ngaji sambil bercanda, bahkan masak di dapur. Jutaan orang nonton, dan banyak orang tua yang terpikat.

Bukan karena pesantrennya pindah lokasi. Tapi karena “lokasi” digital mereka strategis.

Penutup

Jadi, apa pelajaran dari KH Sofwan Manaf setelah dua belas tahun? Lokasi tetap segalanya. Artinya, kita harus terus bertanya: di mana kita harus hadir? Di mana target kita berada? Di mana kita bisa memberikan dampak terbesar?

Dulu jawabannya: di tanah yang strategis. Sekarang jawabannya: di platform yang ramai.

Dan mungkin, sepuluh tahun lagi, jawabannya akan berbeda lagi. Tapi prinsipnya tetap: fokus pada yang paling menentukan.

Terima kasih, KH Sofwan Manaf, untuk pelajaran sederhana yang terus relevan, meskipun maknanya bergeser seiring zaman. []

*Dosen Manajemen Pendidikan Islam Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta, konsultan pesantren. Penulis buku Organisme Pesantren, Dakwah Model Canvas, The Essence of Islamic Leadership, dan Menjejaki Alam Filsafat.

Tags: DigitalKH Sofwan Manafpesantren darunnajah
Share9Tweet6Send
Previous Post

Belajar Ikhlas dan Taat dalam Perjalanan Haji

Next Post

Prestasi Mentereng Santri Pondok Modern Darul Falah Cimenteng di Ajang Necom Student Championship

[[CAP:Editor]] Rusdiono Mukri

[[CAP:Editor]] Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

13 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

14 June 2026
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

0
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

0
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

17 June 2026
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

17 June 2026
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

17 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result