pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 21 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Lembaga

Madinatul Qur’an Depok: Pesantren Ramah Anak Cetak Generasi Qur’ani

Fathur Roji by Fathur Roji
29 October 2025
in Lembaga
0
madinatul quran depok

Depok, Gontornews — Pada awalnya tidak ada yang menyangka bahwa sebuah obrolan ringan di sebuah majelis taklim tahun 2008 akan melahirkan sebuah pesantren besar. Waktu itu, beberapa dai, aktivis sosial, dan pecinta Qur’an duduk melingkar. Suasananya sederhana, penuh keakraban. Di antara mereka ada yang melontarkan pertanyaan yang kemudian menjadi titik balik sejarah:

“Kenapa kita tidak mendirikan lembaga tahfizh yang serius, yang bisa melahirkan hafizh Qur’an sekaligus siap menghadapi tantangan zaman?”

Menurut Dr. KH Sholihien Hadziq, S.H.I., M.P.I. selaku Ketua Yayasan Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Terpadu Madinatul Qur’an Depok,  pertanyaan itu tidak berhenti sebagai wacana. Semangat yang muncul membuat mereka semakin yakin bahwa mimpi ini bukan sekadar keinginan, melainkan panggilan. “Dari majelis kecil itulah lahir tekad untuk mendirikan pesantren tahfizh terpadu—yang kelak dikenal dengan nama Madinatul Qur’an Depok,” ungkapnya.

Dari semangat itu, tambah Kiai Sholihien, terkumpullah sebelas orang yang kemudian menjadi pendiri Yayasan Madinatul Qur’an. Mereka datang dari latar belakang berbeda: ada guru, dosen, pengusaha, aktivis, hingga ulama. Masing-masing membawa pengalaman dan jejaring.

BACA JUGA

Euforia Apel Tahunan Darel Azhar Rangkasbitung Sukses Tarik Antusiasme Ribuan Peserta

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

Di antara kami ada almarhum KH. Khoirul Muttaqin, Lc., Al-Hafizh, seorang ulama muda yang sudah belasan tahun menjadi imam Ramadhan di Masjid Al-Ikhlas, Amsterdam, Belanda. Sosoknya dikenal luas, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di komunitas muslim Eropa. Keberadaannya membuat gagasan mendirikan pesantren mendapat dukungan lebih luas, bahkan hingga Timur Tengah.

Akhirnya pada tanggal 17 April 2009 menjadi hari bersejarah. “Pada tanggal itu, Yayasan Madinatul Qur’an resmi berdiri. Lembaga ini menjadi payung dari mimpi besar: membangun pesantren tahfizh Al-Qur’an terpadu yang tidak hanya melahirkan penghafal, tapi juga kader dai dan cendekiawan muslim,” tuturnya.

madinatul quran depokDari Tanah Kosong dan Rumah Wakaf

Menurut Kiai Sholihien, membangun pesantren tentu butuh modal besar, tekad yang kuat. Lahan, bangunan, asrama, guru, hingga operasional sehari-hari. Namun, Allah membuka jalan dengan cara-Nya.

Seorang tokoh masyarakat bernama almarhum Ustadz Abdul Wahid memperkenalkan sebidang tanah di kawasan Cilodong, Depok. Tanah itu akhirnya dibeli dan menjadi Kampus Madinah, yang kini menjadi pusat pendidikan formal SMP dan SMA Madinatul Qur’an.

“Bangunan pertama yang didirikan bukan ruang kelas, melainkan masjid. Masjid ini dibangun dengan bantuan Yayasan Hilal Ahmar, sebuah lembaga kemanusiaan yang menyalurkan dana dari donatur di Timur Tengah,” jelasnya. Pendirian masjid sebagai bangunan awal bukan tanpa makna: dari sinilah ruh pesantren tumbuh.

Pada waktu yang hampir bersamaan, kemurahan hati datang dari pasangan Hj. Balgis Murad Haris dan H. Abdul Satar. Mereka mewakafkan tiga rumah di Perumahan Mekar Perdana, Depok Timur. Rumah-rumah itu kemudian disulap menjadi asrama dan ruang belajar. Dari sinilah lahir Kampus Mekah, pusat program kaderisasi guru Qur’an dan pembinaan calon dai.

Filosofi Mekkah dan Madinah

Nama kedua kampus ini bukan sembarang nama. Para pendiri punya filosofi khusus. Mekkah dianggap sebagai simbol awal dakwah, tempat pembinaan kader dan penguatan dasar. Karena itu, kampus ini difokuskan untuk program kaderisasi guru Qur’an. Sementara Madinah adalah simbol perkembangan peradaban—pusat pendidikan, kepemimpinan, dan penguatan masyarakat. Kampus ini menjadi pusat pendidikan formal dengan SMP dan SMA berbasis pesantren.

“Dengan filosofi itu, perjalanan santri seakan mengikuti jejak Rasulullah SAW: berawal dari pembinaan iman dan dasar-dasar di Mekkah, lalu berkembang menjadi pusat peradaban di Madinah.”

Kurikulum yang Terpadu

Sementara  itu KH Ghufron Hasan, S.Ag., M.Ikom. Pengasuh Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Terpadu Madinatul Qur’an Depok menjelaskan, sejak awal Madinatul Qur’an memiliki keinginan kuat untuk menghadirkan pendidikan yang seimbang antara agama dan akademik. Santri tidak hanya dibimbing untuk menghafal Al-Qur’an, tapi juga dibekali kemampuan ilmu pengetahuan, bahasa, dan kepemimpinan.

“Target utamanya adalah santri mampu hafal 30 juz dalam enam tahun (masa pendidikan SMP-SMA). Namun, hafalan itu tidak sekadar diingat, melainkan juga dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.

Selain itu, santri tetap menempuh kurikulum nasional. Mata pelajaran umum seperti matematika, sains, sejarah, dan bahasa tetap diberikan. Namun, porsi keislaman diperkuat dengan pembinaan akhlak, kepesantrenan, dan keterampilan hidup (life skill).

Bahasa Arab dan Inggris menjadi bahasa sehari-hari. Tidak hanya dipelajari di kelas, tapi juga digunakan dalam percakapan harian. Sehingga lulusan MQ tidak hanya hafizh Qur’an, tapi juga mampu berkomunikasi global.

Sistem Asrama Ramah Anak

Menurut Kiai Ghufron, hidup di asrama bukan hal mudah bagi anak-anak usia SMP dan SMA. Karena itu, MQ menekankan konsep pesantren ramah anak. Di mana setiap 16 santri didampingi seorang musyrif (pendamping). Musyrif bukan sekadar pengawas, tapi menjadi kakak sekaligus pembimbing. Ia memastikan santri mendapat perhatian personal, baik dalam belajar maupun kehidupan sehari-hari.

Kegiatan malam diakhiri dengan islah, semacam forum kecil untuk evaluasi harian. Di sini, santri bisa menyampaikan keluh kesah, berbagi pengalaman, atau sekadar bercanda dengan musyrif.

Untuk menjaga kenyamanan, asrama dilengkapi CCTV dan sistem keamanan yang ketat. Semua ini membuat orang tua merasa tenang, karena anak mereka tidak hanya belajar, tapi juga hidup dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih.

Sejak resmi berdiri, Madinatul Qur’an terus berkembang. Saat ini, jumlah santri sudah mencapai hampir 500 orang. Di Kampus Mekah, ada sekitar 48 mahasantri yang menjalani program kaderisasi guru Qur’an. Sementara di Kampus Madinah, ratusan santri belajar di SMP dan SMA.

Antusiasme masyarakat semakin tinggi. Setiap tahun, jumlah pendaftar jauh lebih banyak daripada kuota yang tersedia. Seleksi penerimaan santri baru berlangsung ketat, demi menjaga kualitas pendidikan.

Alumni Menyebar ke Berbagai Negeri

Lulusan Madinatul Qur’an kini telah menyebar ke berbagai penjuru negeri, bahkan hingga luar negeri. Banyak yang melanjutkan studi ke universitas Islam ternama, seperti Universitas Al-Azhar di Mesir, Universitas Islam Madinah di Arab Saudi, hingga lembaga pendidikan di Yaman dan Turki.

“Di dalam negeri, alumni MQ diterima di berbagai perguruan tinggi bergengsi, termasuk Universitas Indonesia, UIN, hingga kampus swasta ternama,” ujarnya.

Ada pula yang langsung mengabdikan diri ke masyarakat: menjadi imam masjid, guru tahfizh, ustadz di sekolah Islam, bahkan mendirikan lembaga pendidikan baru di daerah masing-masing. Beberapa alumni tercatat mengajar hingga ke Papua, sementara yang lain merintis dakwah di Malaysia dan Rusia.

Permintaan lembaga pendidikan lain untuk mendapatkan guru lulusan MQ bahkan sering kali lebih banyak daripada jumlah alumninya. Ini menunjukkan betapa lulusan MQ memiliki reputasi baik di masyarakat.

Predikat Pesantren Ramah Anak

Menurut KH Ghufron, pada 2020, Kementerian Agama Depok memberikan penghargaan kepada MQ sebagai Pesantren Ramah Anak. Predikat ini bukan sekadar label, tapi hasil dari komitmen kuat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.

MQ memiliki sistem pencegahan bullying yang ketat. Setiap laporan ditangani dengan serius, dan pembinaan karakter menjadi bagian penting dari kurikulum. Filosofinya sederhana: pesantren bukan hanya tempat belajar, tapi juga rumah kedua bagi santri.

Semangat Berjamaah Membawa Berkah

Perjalanan panjang Madinatul Qur’an adalah bukti nyata bahwa kerja kolektif bisa melahirkan karya besar. Tidak ada satu orang pun yang bisa mengklaim sebagai pemilik tunggal pesantren ini. Semuanya lahir dari kerja bersama, gotong royong, dan doa yang tak putus.

Moto pesantren ini pun sangat menggambarkan semangat tersebut: “Berjamaah Membawa Berkah.”

Dari tanah kosong di Cilodong dan tiga rumah wakaf di Depok Timur, kini berdiri pesantren besar dengan ratusan santri, kurikulum terpadu, dua kampus, dan alumni yang mendunia.

Menatap Masa Depan

Madinatul Qur’an tidak berhenti di sini. Visi mereka masih panjang. Dalam waktu dekat, MQ berencana memperluas fasilitas, membangun gedung baru, dan memperkuat program kaderisasi dai internasional.

“Harapan kami melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya hafal 30 juz, tapi juga berakhlak mulia, cerdas, fasih berbahasa internasional, dan siap menjadi pemimpin umat,” ujarnya.

Seperti mimpi yang dulu lahir di sebuah majelis kecil, kini perjalanan itu terus berlanjut. Dari Depok, semoga cahaya Qur’an dari Madinatul Qur’an bisa menyinari Indonesia, bahkan dunia. [Fathurroji]

 

Tags: madinatul quran depokPesantren tahfidz
Share52Tweet33Send
Previous Post

Pelantikan Pengurus Dewan Dakwah: KH Didin Tekankan Kompetensi dan Amanah Dakwah

Next Post

Darul Muttaqien Berhasil Terapkan Pesantren Hijau  

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

20 August 2026
Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

15 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

0
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

0
Gontor 7 Kalianda Ajarkan Empat Sistem Pendukung Kehidupan Santri

Gontor 7 Kalianda Ajarkan Empat Sistem Pendukung Kehidupan Santri

0
Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

0
Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

0
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Santriwati Gontor Putri Kampus 4 Kediri Peringati HUT RI Ke-81 dengan Tertib dan Semangat

Santriwati Gontor Putri Kampus 4 Kediri Peringati HUT RI Ke-81 dengan Tertib dan Semangat

20 August 2026
Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

20 August 2026
Gontor Kampus 12 Riau Khidmat Jalani Upacara Bendera HUT RI Ke-81

Gontor Kampus 12 Riau Khidmat Jalani Upacara Bendera HUT RI Ke-81

20 August 2026
Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

20 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result