Jepara, Gontornews – Jika dulu masyarakat menganggap madrasah sebagai pilihan kedua setelah sekolah negeri, kini madrasah menjadi primadona baru pilihan masyarakat di Indonesia. Madrasah kini handal dalam menciptakan sumber daya manusia yang menguasai ilmu agama dan sains sekaligus.
Sekretaris YPI Safinatul huda, Ahmad Makhali, menyebut bahwa kemampuan mengintegrasikan pembelajaran materi-materi keislaman dengan ilmu sains terapan menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh madrasah. Di Madrasah, santri diberi kunci untuk bisa membaca dan mengamalkan kitab-kitab klasik sekaligus mempelajari sains.
“Murid madrasah pintar sains juga pintar kitab salaf,” kata Kepala Madrasah Aliyah NU Safinatul Huda, Ahmad Makhali acara Hari Ulang tahun Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Safinatul Huda, Jepara ke-61, kamis (16/9) lalu.
“Guru dan siswa madrasah tidak boleh minder. Madrasah dulu, sekarang dan akan datang,” tambahnya sebagaimana dilansir nu.or.id
Dengan penguasaan dua ilmu tersebut, para murid diharapkan mampu menunjukkan kepercayaan dirinya dan siap bersaing dengan sekolah umum. Tidak jarang, pembelajaran dan penerapan akhlak oleh murid di madrasah jauh lebih baik dari pembelajaran serupa di sekolah umum.
Kini, seiring perkembangan zaman, kualitas madrasah semakin bagus. Salah satu indikatornya adalah jenjang pendidikan guru madrasah yang kini sudah mencapai jenjang doktor atau strata tiga perguruan tinggi.
Dalam peringatan Harlah YPI Safinatul Huda, Jepara yang diselenggarakan pada rabu-kamis (14-15/9) ini, panitia mempersiapkan berbagai macam acara seperti praktek kurban, aneka lomba, pentas rebana, istighotsah, tahlil, ziarah wali dan kilas balik berdirinya yayasan. [Mohamad Deny Irawan]



















