London, Gontornews – Sebuah penelitian tentang virus Zika di Brazil menemukan bahwa terjadinya kasus mikrosepali pada anak-anak yang lahir terkait erat dengan meningkatnya infeksi virus Zika yang terjadi pada wanita hamil.
Reuters melansir penelitian yang diterbitkan oleh The Lancet Infectious Disease Jurnal itu meneliti 32 kasus Zika di Brazil. Menurut para peneliti, perlu setidaknya meneliti 200-400 kasus yang untuk menghasilkan analisis lengkap terkait Zika.
Pemerintah Brazil melalui Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan The Lancet Infections Diseases Jurnal melakukan penyelidikan tentang penyebab terjadinya wabah mikrosepali di wilayahnya yang oleh lembaga kesehatan dunia, WHO, disebut sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional untuk tahun 2016.
Virus Zika yang dibawa oleh nyamuk terdeteksi tahun lalu di Brazil dan dianggap bertanggungjawab atas terjadinya 1.700 kasus mikrosepali pada bayi yang baru lahir di negara kelahiran legenda sepakbola dunia, Pele, tersebut. Mikrosepali sendiri merupakan sebuah kelainan yang menjadikan ukuran kepala bayi yang baru lahir mengecil dan menyebabkan kerusakan-kerusakan lainnya di jaringan otak.
Sejumlah penelitian tentang zika telah dilakukan. WHO dan beberapa peneliti dari seluruh dunia, secara konsensus, hampir memastikan ada keterkaitan antara mikrosepali dengan zika. Hingga saat ini, penelitian tentang zika terus dilakukan.
Guru besar School Of Hygiene And Tropical Medicine London, Laura Rodrigues mengatakan bahwa penelitian ini dilakukan terhadap ibu yang memiliki kehamilan yang sehat dan orang yang diduga terjangkit virus zika penyebab mikrosepali. Perbandingan ini dilakukan untuk meneliti bagaiman virus Zika menyerang janin hingga menyebabkan cacat pada bayi yang baru lahir.
Selain itu, penelitian ini dilakukan pada 8 rumah sakit umum di sebagian wilayah Brazil, Pernambucano, yang dilakukan antara tanggal 15 januari dan 2 mei 2016 dengan menjadikan bayi yang terlahir normal di salah satu rumah sakit sebagai rujukannya.
Setelah dilakukan pengambilan sampel dan pemindaian otak, peneliti menemukan bahwa 41 % ibu dari bayi yang terkena mikrosepali dinyatakan positif terinfeksi virus Zika dalam darah dan cairan otaknya (serebrospinal) dibandingan dari ibu yang bayinya tidak terkena mikrosepali.
Sebagian besar dari kedua ibu yang terjangkit ataupun tidak terjangkit Zika positif mengidap virus lain yang disebabkan oleh nyamuk seperti demam berdarah atau infeksi lainnya seperti Herpes, Rubella dan Toksoplasma.
“Temuan kami menunjukkan bahwa virus Zika resmi dikategorikan sebagai virus bawaan,” kata Thalia Velho Bareeto de Araujo dari Pernambucano University, Brazil.
“Namun, banyak pertanyaan yang masih perlu dijawab termasuk peran infeksi demam dengue yang terjadi sebelumnya,” tambah wanita yang juga menjadi tim peneliti itu.
Terkait temuan ini, Rodrigues mengingatkan kepada para peneliti untuk meningkatkan kehati-hatian dan tidak berlebihan dalam menganalisa hubungan antar zika dan mikrosepali.
“Ketika penelitian selesai dilakukan, bersama dengan penelitian yang sedang berlangsung, diharapkan akan memberikan informasi penting yang memungkinkan setiap peneliti memiliki peran terhadap wabah tersebut,” pungkas Rodrigues. [Mohamad Deny Irawan]




















