Bogor, Gontornews – Mahasiswa Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor memperkenalkan aneka produk makanan berbahan dasar bunga Rosela (Hisbiscus sabdariffa, L) kepada masyarakat di Desa Banyu Wangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jumat (30/8).
Kegiatan itu dilaksanakan sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan INAIS di tiga kabupaten: Bogor, Cianjur, dan Sukabumi.
“Kami memperkenalkan produk-produk makanan dari bunga Rosela karena tanaman ini banyak terdapat di Desa Banyu Wangi,” ujar Sabrina Ali, ketua KKN INAIS Kelompok 4.
Namun, lanjut Sasa, sapaan akrab Sabrina Ali, masyarakat Desa Banyu Wangi belum memanfaatkan tanaman yang banyak tumbuh liar di daerah itu. Padahal bunga Rosela banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia. Khususnya untuk kesehatan. Bunga Rosela mengandung vitamin A, vitamin C, asam amino, kalsium, protein dan zat gizi yang lain.
Bunga Rosela antara lain bermanfaat untuk mengatasi asam urat, darah tinggi, penyakit gula, batuk, mencegah sariawan, menghambat sel kanker, memperbaiki metabolisme tubuh, peremajaan sel kulit, dan aneka manfaat lain.
“Kelompok kami membuat sirup, teh, selai, dan teh celup. Semuanya dari bunga Rosela yang kaya manfaat,” ujar Sasa.
Selain itu, Sasa dan rekan-rekannya juga memperkenalkan kudapan rengginang aneka rasa. Ada rengginang rasa stroberi, rasa cokelat, rasa balado, dan lainnya. “Kami memperkenalkan rengginang ‘rasa kekinian’,” terang mahasiswa semester 7 itu.
Masyarakat Desa Banyu Wangi menyambut dengan antusias aneka produk makanan yang diperkenalkan oleh mahasiswa INAIS itu. “Kami berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu, dapat mengembangkan produk dari bunga Rosela dan rengginang rasa kekinian ini untuk menambah penghasilan keluarga,” papar Sasa.
“Kami menyambut dengan gembira atas kehadiran mahasiswa INAIS di desa kami. Masyarakat kami banyak belajar dari kehadiran mereka,” ujar Kepala Desa Banyu Wangi, Jaih.
Selama 40 hari, 96 mahasiswa INAIS melakukan program pengabdian kepada masyarakat melalui KKN 2019 di tiga kabupaten. Ke-96 mahasiswa itu berasal dari tiga fakultas: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (FIDK), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).
Mereka berasal dari enam program studi (Prodi): Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Bisnis Syariah (MBS), dan Perbankan Syariah (PS).
Untuk KKN tahun ini INAIS menyebar mahasiswa di Kabupaten Bogor (Kecamatan Cigudeg, Leuwiliang, Sukajaya, Leuwisadeng, Tamansari, dan Nanggung), Kabupaten Cianjur (Kecamatan Cidaun), serta Kabupaten Sukabumi (Kecamatan Surade). [RM]





















