pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Sunday, 6 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Kemerdekaan Kuatkan Keimanan dan Keamanan

Oleh Prof Dr Sofyan Sauri, MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
22 August 2022
in Tafsir
0
Foto: liputan6.com

Bagi umat Islam, kemerdekaan berarti terbebas dari semua belenggu yang berasal dari godaan setan dan hawa nafsu, serta mengembalikan segala sesuatu kepada aturan Allah SWT. Kemerdekaan berarti tunduk sepenuhnya kepada Allah SWT sesuai dengan tujuan penciptaan manusia. Allah SWT berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Dalam surat ini Allah mengingatkan bahwa jin ciptaan Allah, bukan Tuhan untuk disembah atau diibadahi. Bahkan, para jin juga dibebani untuk beribadah kepada Allah dan tidak berhak untuk disembah (Ibnu ‘Asyur (t.t) At-Tahrir wa At-Tanwir, Mesir: Dar Al-Fikr).

BACA JUGA

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Bahkan, Imam Qurtubhi menjelaskan bahwa makna utama (ليعبدون) pada ayat tersebut adalah agar mereka tunduk, patuh, dan melakukan peribadatan (Al-Qurthubi, Syaikh Imam, Tafsir al-Qurthubi, Jakarta: Pustaka Azzam, 2009).

Lebih tedas, dalam kitab Tafsir As-Sa’di dijelaskan bahwa tujuan Allah menciptakan jin dan manusia serta Allah mengutus semua rasul untuk menyeru kepada tujuan tersebut. Tujuan tersebut yaitu menyembah Allah yang mencakup berilmu tentang Allah, mencintai-Nya, kembali kepada-Nya, menghadap kepada-Nya, dan berpaling dari selain-Nya.

Semua tujuan itu tergantung pada ilmu tentang Allah, sebab kesempurnaan ibadah itu tergantung pada ilmu dan makrifatullah. Semakin bertambah pengetahuan seorang hamba terhadap Rabbnya, maka ibadahnya akan semakin sempurna.

Adapun malaikat tidak disebutkan pada ayat ini, karena malaikat tidak memiliki hawa nafsu dan tidak mempunyai kebebasan berkehendak sebagaimana jin dan manusia. Demikian pula hewan dan makhluk lainnya, beribadah dengan caranya masing-masing sebagaimana telah ditetapkan Allah SWT.

Penyebutan jin terlebih dahulu atas manusia pada ayat ini, didasari pada waktu penciptaan. Penciptaan jin lebih dahulu dibandingkan manusia. Bukankah ketika Allah menciptakan Nabi Adam AS., para makhluk yang lebih dahulu diciptakan, mereka diperintahkan untuk sujud sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan manusia sebagai makhluk baru. Di antara yang diperintahkan adalah Iblis, dari golongan jin. (Sumber: al-Alusi, Syihabuddin Mahmud Ibn Abdullah. Ruh al-Ma’ani fi Tafsir al-Qur’an al-Azim wa al-Sab al-Masani, Juz 14. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1415 H; al-Baidawi, Nasruddin Abu Said Abdullah Ibn Umar. Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta’wil, Juz 5. Beirut: Dar Ihya al-Turas al-‘Arabi, 1418 H).

Dengan demikian, ayat ini merupakan pesan penting khususnya bagi manusia agar dalam menjalani kehidupan tidak melepaskan diri dari hakikat penciptaan-Nya. Sebab itu, segala aktivitasnya harus dilandasi niat ibadah. Makna ibadah dalam konteks kehidupan tidak terbatas pada aspek-aspek khusus, seperti shalat, zakat, puasa, dan haji, melainkan mencakup semua aspek kehidupan.

Nilai-nilai pendidikan

Ayat penciptaan jin dan manusia di atas mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan, di antaranya:  pertama, mendidik manusia agar memahami dan mengenal Allah SWT. Kedua, mendidik kita menjadi mukmin dan tidak berbuat syirik. Ketiga, mendidik kita agar menjadi hamba yang ikhlas dan hanya mencari ridha-Nya. Keempat, agar kita meningkatkan kualitas ibadah.

Menciptakan situasi yang tenang dan aman merupakan salah satu prakarsa dalam meningkatkan kualitas Ibadah. Dengan kata lain, agar kualitas ibadah yang dilakukan bisa berhasil maksimal, tentu ketenangan dan keamanan dalam beribadah menjadi faktor penting.

Menjalankan ibadah kepada Allah, tidak cukup dengan keimanan saja. Kuatnya keimanan harus didukung dengan kondisi keamanan lingkungan agar ibadah bisa dilaksanakan dengan khusyuk atau tenang.

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah, karena sampai saat ini bisa beribadah dengan tenang untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah karena didukung dengan kondisi lingkungan dan negara yang aman, jauh dari konflik yang menjadikan ibadah kita tidak tenang.

Makna kemerdekaan

Seorang hamba dapat menemukan arti kemerdekaan yang sebenarnya jika ia mampu terbebas dari semua belenggu yang berasal dari godaan setan dan hawa nafsu, dan mengembalikan segala sesuatu kembali kepada aturan Allah SWT. Hal ini disebut oleh Syaikh Ibnu Utsaimin RA dalam Syarah Al-Aqidah Al-Wasithiyyah, ia mengatakan: “Ubudiyyah (penghambaan) kepada Allah adalah kemerdekaan yang hakiki, (sehingga) orang yang tidak menyembah kepada Allah semata, maka dia adalah hamba (budak) bagi selain Allah.”

Bulan Agustus diperingati sebagai momen kemerdekaan bangsa Indonesia, yang di dalamnya memuat sejarah penting proklamasi kemerdekaan setelah mengalami penjajahan berabad-abad, seyogianya menjadi momentum yang spesial bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif di antaranya mulai dari: Pertama, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Umat Islam Indonesia harus mensyukurinya dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama. Kedua, para guru mari terus didik para generasi bangsa untuk menjadi penerus tongkat estafet peradaban luhur. Ketiga, bagi para pelajar dan generasi muda, mari terus tingkatkan kualitas diri dengan belajar sungguh-sungguh.

Kemerdekaan pertolongan Allah

Allah SWT berfirman:

فَلَمْ تَقْتُلُوْهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ قَتَلَهُمْۖ وَمَا رَمَيْتَ اِذْ رَمَيْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ رَمٰىۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِيْنَ مِنْهُ بَلَاۤءً حَسَنًاۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: “Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (QS. Al-Anfal: 17)

Dalam menguatkan keimanan dan kebebasan kemerdekaan dari penghambaan selain kepada Allah, kita dilarang menghambakan diri kepada hawa nafsu yang terdapat dalam diri manusia. Allah berfirman:

أَرَءَيۡتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيۡهِ وَكِيلًا

Artinya: “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?  (QS. Al-Furqan: 43)

Lalu bagaimana cara menguatkan keimanan dan keamanan dalam mengisi kemerdekaan? Pertama, semangat cinta Tanah Air (Hubbul Wathan). Rasulullah SAW bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلْدَةٍ وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ، وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ، مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ

Artinya: “Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Alangkah baiknya engkau (Makkah) sebagai sebuah negeri, dan engkau merupakan negeri yang paling aku cintai. Seandainya kaumku tidak mengusirku dari engkau, niscaya aku tidak tinggal di negeri selainmu.” (HR. Ibnu Hibban)

Kedua, bersyukur dan merawat situasi kemerdekaan. Allah SWT berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَ زِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ

Artinya: “Ketika Tuhan memberi izin kepada kalian, seandainya kalian bersyukur maka benar-benar akan Aku tambahkan nikmat kalian dan apabila kalian kufur sesungguhnya siksa-Ku sangatlah pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Ketiga, mempersiapkan bekal untuk masa depan yang gemilang. Allah SWT berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Keempat, berpegang teguh pada agama Allah dan tidak bercerai berai. Allah SWT berfirman:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Artinya: “Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk”. (QS. Ali-Imran: 103)

Menurut Imam Ibnu Katsir, ayat ini menjelaskan tentang perintah Allah agar kita bersatu padu dan melarang kita berpecah belah. Sejalan dan sejalin dengan makna ayat ini, para ulama berkata, “Bersatu itu akan membawa rahmat, sedangkan berpecah belah itu akan membawa bencana.”

Karell Stenbrink, seorang sejarawan berkebangsaan Belanda pernah mengungkapkan kekagumannya terhadap Indonesia. Ia mengatakan, “Indonesia, meskipun terdiri dari berbagai suku, bahasa, adat istiadat, dan agama, namun hidup dalam keramahtamahan yang dibingkai dalam wadah Bhineka Tunggal Ika, berbeda namun satu tujuan, yakni untuk persatuan dan kesatuan bangsa.”Foto: Rusdiono Mukri/Gontornews.com

Kelima, senantiasa memohon pertolongan kepada Allah. Allah SWT berdfirman:

اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَلْفٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُرْدِفِيْنَ

Artinya: (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS. Al-Anfal: 9)

Keenam, mempersiapkan generasi yang kuat. Allah SWT berdifman:

ولْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya: “Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar”. (QS. An-Nisa’: 9)

Secara eksplisit, ayat ini memberikan peringatan kepada kita agar jangan meninggalkan keturunan, anak-anak, dan generasi di belakang kita dalam keadaan lemah. Lemah apa yang harus kita khawatirkan? Ada lima kelemahan yang harus kita khawatirkan pada generasi keturunan kita, yaitu lemah fisik, lemah harta, lemah ilmu, lemah akhlak bahkan yang paling kita khawatirkan lemah iman.

Imam al-Gazali dalam al-Mustashfa min ‘Ilm al-Ushul, hlm. 313, menyebutkan lima kemaslahatan primer (dharuri) yang mesti dipelihara atau dijaga. Pertama, menjaga agama. Kedua, menjaga jiwa. Ketiga, menjaga akal. Keempat, menjaga keturunan. Kelima, menjaga harta benda.

Konklusi

Dari paparan di atas dapat diambil beberapa kesimpulan. Pertama, ibadah merupakan tujuan hidup kita. Kedua, ibadah akan terwujud dengan cara melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Ketiga, hakikat ibadah yaitu melaksanakan apa yang dicintai dan diridhai Allah dengan penuh ketundukan dan perendahan diri kepada-Nya.

رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَٰذَا بَلَدًا ءَامِنًا وَٱرۡزُقۡ أَهۡلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنۡ ءَامَنَ مِنۡهُم بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (QS. Al-Baqarah: 126) []

Tags: KemerdekaanManusiaPenciptaan
Share141Tweet88Send
Previous Post

Tank Rusia di Ukraina Jadi Mainan Anak-anak

Next Post

AA Gym Sentil Kasus Penembakan Brigadir Joshua di Istiqlal

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

1 September 2026
Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

30 August 2026
Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

0
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

0
pembukaan gihes

GIHES 2026: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pengembangan Pendidikan Holistik

0
Nyali Kemandirian ala Pesantren

Nyali Kemandirian ala Pesantren

0
Rasa Malu*

Rasa Malu*

0
Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

5 September 2026
pembukaan gihes

GIHES 2026: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pengembangan Pendidikan Holistik

5 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Nyali Kemandirian ala Pesantren

Nyali Kemandirian ala Pesantren

5 September 2026
Rasa Malu*

Rasa Malu*

4 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result