Kuala Lumpur, Gontornews — Pemerintah Malaysia telah menyetujui penggunaan alat tes uji cepat antigen COVID-19 asal Korea Selatan. Mereka menganggap bahwa penggunaan alat tersebut dapat meningkatkan pengujian COVID-19 di antara kelompok berisiko tinggi dan lokasi yang terdeteksi.
Bulan lalu Pemerintah Malaysia mempertimbangkan pembelian 1 juta alat tes antigen asal Korea Selatan dalam memperluas area pengujian COVID-19. Dalam pengamatan Kementerian Kesehatan, pengujian tes menggunakan perangkat tes asal Korea Selatan mencapai 84,4 persen.
“Sekarang kami memiliki tes kit yang cepat, portabel dan murah. Ini tentu akan membuat perbedaan,” ungkap Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, kepada Reuters.
Sejauh ini, Malaysia memiliki jumlah kasus terkonfirmasi tertinggi di Asia Tenggara. Sejauh ini, mereka mengandlkan pemeriksaan berantai dengan polimerase atau PCR, tes laboratorium untuk mengonfirmasi keberadaan COVID-19. Namun, mereka berkilah, bahwa alat tes cepat tersebut tidak dapat diandalkan.
Namun, peningkatan jumlah kasus yang dicurigai ini memerlukan sejumlah pengujian. Hal ini tentu saja memberi tekanan langsung terhadap 43 laboratorium yang ditunjuk Pemerintahuntuk memproses hasil sampel.
Otoritas kesehatan juga telah menggunkan paket tes serologi sebagai pemeriksaan tahap akhir masa inkubasi 14 hari.
Malaysia melaporkan 110 kasus baru pada Kamis (16/5) dan meningkatkan jumlah kasus COVID-19 menjadi 5.182 kasus. Sementara angka kematian di negeri Jiran tersebut tercatat hanya 84 kasus. [Mohamad Deny Irawan]























