Putrajaya, Gontornews — Perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad memuji pelaksanaan haji tahun 2018. Menurutnya, Pemerintah Arab Saudi selalu memberikan perlakuan khusus bagi jamaah haji asal Malaysia, Jumat (26/10). Sebaliknya, Arab Saudi memuji jamaah haji Malaysia yang tertib dalam melaksanakan rukun Islam kelima sesuai dengan rukun dan syarat yang berlaku.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah Arab Saudi yang telah melayani para jamaah haji asal Malaysia saat melakukan haji hingga terkadang memberikan perlakuan khusus,” kata Mahathir Mohamad di kantor Perdana Menteri Malaysia, Putrajaya sebagaimana dilansir Free Malaysia Today.
“Secara umum, pemerintah Arab Saudi adalah tuan rumah yang baik dan kami tidak memiliki masalah dengan mereka,” tambah Mahathir.
Terkait kuota haji, Malaysia tidak meminta penambahan kuota yang hanya mendapat ‘jatah’ 30.200 orang setiap tahunnya. Berbeda dengan jamaah haji asal Indonesia yang mencapai 221.000 orang pada tahun 2018 ini.
Dalam mengelola pelaksanaan haji, Pemerintah Malaysia memberlakukan tabungan haji yang dikelola oleh Dewan Dana Ziarah sekaligus pengelola ritual haji bagi jamaah haji Malaysia.
“Tidak peduli seberapa besar kuota yang diberikan, tidak semua orang bisa langsung pergi karena ada beberapa kelompok masyarakat yang sudah berusia lanjut dan tidak mungkin untuk melaksanakan haji. Sehingga, kami mengutamakan mereka untuk berangkat lebih dahulu,” pungkas Mahathir. [Mohamad Deny Irawan]























