pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Sunday, 4 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Dirasah

Manusia: Akal, Jiwa dan Jalan Hidup

Oleh: Alvin Qodri Lazuardy, Mahasiswa Pascasarjana UM Purwokerto

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
18 April 2023
in Dirasah
0
Foto: okezone muslim

Islam memiliki konsep yang begitu sempurna tentang manusia. Siklus manusia di dunia terbentuk dalam satu kalimat, innalillahi wa inna ilaihi rojiun, fakta bahwa kita adalah milik Allah dan pasti akan kembali kepada-Nya. Secara umum, Islam menjelaskan bahwa manusia terdiri dari dua unsur, yaitu materi dan immateri atau materi dan ruh. Tuhan menghembuskan ruh ke dalam tubuh manusia setelah proses penciptaan yang sempurna.

Menurut Imam al-Ghazali, arti kata sempurna adalah ketika sel benih memenuhi syarat untuk menerima ruh atau nafs. Tubuh manusia berasal dari tanah dan terdiri dari materi. Namun, manusia juga memiliki ruh atau jiwa yang termasuk dalam alam nonmateri yang tidak terlihat. Tubuh pada akhirnya akan kembali ke bumi dan jiwa akan kembali ke alam gaib. Menurut Yusuf al-Qaradhawi, unsur material dan immaterial dalam diri manusia harus seimbang. Artinya, seseorang tidak dapat mengurangi hak-hak badan untuk memenuhi hak-hak jiwa. Demikian juga sebaliknya.

Al-Qur’an menyebut manusia dalam tiga kata. Yang pertama meliputi Alif, Nun dan Sin, dengan contoh Insan, ins, nas atau unas. Kedua, menggunakan kata basyar. Ketiga, menggunakan kata bani Adam dan dzurriyat Adam. Kata Insan diambil dari kata uns yang artinya jinak, rukun, kelihatan, nasiya (melupakan sesuatu atau meninggalkan sesuatu). Sedangkan kata Basyar mengungkapkan arti penampilan sesuatu yang baik dan indah atau berkulit pendek. Jadi, Basyar adalah kulit terluar manusia, artinya semua manusia itu sama.

Maka secara garis besar, manusia terdiri dari tiga unsur. Pertama, tubuh terdiri dari air, kapur, angin, api, dan tanah. Kedua, pikiran terdiri dari cahaya yang fungsinya hanya untuk menghidupkan tubuh. Ketiga, jiwa (al-nafs) terdiri dari tiga unsur, Mutmainnah dipengaruhi oleh sifat malaikat yaitu menciptakan kedamaian dan kasih sayang. Selain itu, unsur lawwamah membantu membentengi diri dari keinginan dan rasa penyesalan. Unsur terakhir yaitu amarah atau ghadab dipengaruhi oleh sifat setan yaitu membiarkan nafsu mengikutinya dan mendengarkan bisikan setan.

BACA JUGA

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Walisongo dan Proses Islamisasi di Kepulauan Nusantara

Masjid sebagai Poros Utama Peradaban Islam

Sanad sebagai Fondasi Intelektual Pesantren

Tujuan Penciptaan Manusia. Manusia diciptakan untuk tujuan ibadah dengan mengikuti perintah Penciptanya, yaitu Allah, dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebagaimana firman Allah, Dia menciptakan jin dan manusia hanya untuk mengabdi pada-Nya. Manusia dikaruniai akal yang membedakannya dari hewan. Allah tidak menciptakan manusia untuk main-main, manusia akan bertanggung jawab di kehidupan selanjutnya. Agar setiap aktivitas manusia bernilai ibadah, Allah telah menjadikannya pemimpin di bumi ini (khalifah fi-l-ardh) dengan melaksanakan tugas-tugas di dunia dengan baik. Dengan demikian manusia adalah makhluk yang paling baik bentuk dan fungsinya, bahasa al-Qur’an adalah ahsan al-taqwim. Maka dari itu manusia mempunyai dua potensi. Pertama, potensi menjadi jiwa yang sempurna untuk dekat dengan Tuhan. Kedua, kemampuannya menjadi ruh jahat mengikuti binatang. Satu-satunya cara untuk mencapai kesempurnaan ini adalah dengan kembali kepada Tuhan melalui iman dan amal shalih.

Insan Kamil. Tentang istilah Insan Kamil mencakup dua kata al-Insan dan al-Kamil yang terkait dengan manusia, yang dapat dipahami sebagai kesempurnaan dari kedua sisi, fisik dan mental. Namun, aspek spiritual inilah yang sering disebutkan. Hal ini karena kesempurnaan spiritual paling dominan dalam menentukan perjalanan hidup manusia. Sedangkan yang dimaksud Imam al-Ghazali, bahwa kesempurnaan manusia adalah yang sesuai dengan substansi esensialnya yakni nafs. Tujuan hidup manusia adalah kesempurnaan jiwa karena jiwa mempunyai kemampuan dasar mengetahui maka kesempurnaannya merupakan ketinggian tingkat kemampuan untuk mengetahui, yang berarti akal telah memperoleh sebuah keutamaan yang disebut Al Hikmah. Hikmah sendiri terbagi menjadi dua,  Al Hikmah al ilmiah al nazhariyyah dan Al Hikmah al khuluqiyyah. Yang pertama merujuk kepada pengetahuan-pengetahuan abstrak yang diyakini dan bersifat universal. Sedangkan yang kedua merujuk kepada terciptanya perilaku kebajikan dan kebaikan atau akhlak karimah.

Masih menurut Imam al-Ghazali, kesempurnaan manusia sesuai dengan fitrahnya yang hakiki, yaitu nafs. Tujuan hidup manusia menuju kesempurnaan jiwa, karena jiwa memiliki kemampuan dasar untuk mengetahui, suatu kebajikan yang disebut al-Hikmah. Hikmah itu sendiri terbagi menjadi dua, al Hikmah al-Ilmu al-Nazhariyyah dan al-Hikmah al-Khuluqiyyah. Yang pertama mengacu pada pengetahuan secara zhahiriyah. Sedangkan yang kedua merujuk pada terciptanya perbuatan-perbuatan yang baik atau akhlaq mahmudah. Dengan kata lain, manusia yang sempurna adalah orang yang mampu mengenal dan dekat dengan Tuhan melalui ruh atau jiwanya, sekaligus memiliki akhlak yang terpuji dengan tubuhnya. Dengan tujuan utama mencapai kebahagiaan di kehidupan dunia dan akhirat.

Akal Manusia

Kalau bersedia jujur ​​kita sudah mengakui suatu pengakuan agung atau disebut mitsaq, yaitu pengakuan seluruh umat manusia bahwa Allah adalah Tuhan, firman Allah: Apakah aku – Allah – benar-benar Tuhanmu? (Al-Araf:172) (Alastu bi rabbikum?), kemudian kita menjawab: Ya, kami setuju dan bersaksi (qalu; bala syahidnaa) bahwa ini terjadi sebelum Allah muncul di dunia ini (‘alam ruh), di mana manusia dalam bentuk ruh yang berbicara – dengan akal – (an-nafs an-nathiqah). Pengakuan ini merupakan pernyataan mutlak bahwa fitrah manusia mengakui Tuhan sebagai Rabb, melalui pengakuan inilah manusia lahir bersih (fitrah).

Manusia telah diciptakan Allah dengan sebaik-baiknya termasuk di dalamnya kemampuan berbicara dengan nalar (nuthq) yang Allah ilhamkan sebagai pembeda entitas makhluk lainnya (hewan-tumbuhan) dengan istilah, “Manusia adalah hewan yang bernalar” (dzu nuthq)” (al-insan hayawan nathiq), hal ini bukan berarti manusia adalah hewan yang dipersepsikan dalam teori Darwin (baca: teori evolusi), namun perlu diinsyafi bersama bahwa dalam manusia terdapat irisan sifat hewani. Namun, di sisi lain manusia dilebihkan kemampuan berbicara dengan nalar (dzu nuthq). Dengan akal inilah, sifat hewani manusia bisa ditekan.

Akal (‘aql) secara etimolog mempunyai arti pengikatan, maksud dari pengikatan di sini adalah akal (‘aql) berfungsi untuk mengikat objek ilmu (‘ilm) yang didapatkan. Akal (‘aql) adalah suatu substansi ruhiah yang memungkinkan untuk mengenali kebenaran dan mampu membedakan antara benar (haq) dan salah (bathil), sedangkan proses dari aktivitas akal (‘aql) dapat dikatakan sebagai berpikir (fikr). Asal mula asasi dari akal (’aql) yang diberikan Allah kepada manusia mempunyai daya utama, yaitu usaha untuk menemui kebaikan –daya untuk memilih- (ikhtiyar) suatu upaya untuk memilih kebaikan (khayr). Karena akal (‘aql) sejatinya akan menuntun manusia ke jalan yang benar serta pembeda baik (haq) dan buruk (bathil).

Fungsi akal yang utama yaitu meningkatkan daya furqan (pembeda) dengan pedoman al-Qur’an sebagai wahyu (khabar shadiq), karena al-Qur’an huda li an-naas wa bayyinati min al-huda wa al-furqon (al-Baqarah: 185). Dari wahyu, akal (‘aql) akan mempunyai daya pembeda (furqan) antara benar (haq) dan salah (bathil), kemudian diproses dalam aktivitas berpikir (fikr), pada tahap selanjutnya, dituangkan meliputi basic belief, pikiran (fikrah), perkataan (qaul), perbuatan (‘amal) dan mengkristal menjadi pola kehidupan (minhajul hayah).

Pandangan dan Jalan Hidup Manusia

Pandangan dan jalan hidup memiliki porsi sangat serius dalam perjalanan kehidupan seorang Muslim. Pandangan adalah proyeksi atas kehidupan bagi seorang Muslim mampu mengejawantahkan apa yang ia lihat secara zhahir dan bathin. Karena pada hakikatnya kehidupan ini mencakup dua dimensi yaitu ‘alam asy-syahadah dan ‘alam al-ghaybah. Jalan hidup adalah arah kehidupan dari mana berasal dan ke mana berakhir.

Seorang Muslim cerdas dialah yang mampu menyadari di setiap langkahnya memahami dari mana dirinya berasal mula kemudian sadar ke mana dirinya akan berakhir, terikat sebuah hadits “Al kayyisu man daana nafsahu wal amila limaa ba’dal maut.”

Membaca Al Fatihah bagi seorang Muslim, minimal 17 kali dalam sehari –jika hanya dihitung rakaat shalat fardhu– namun dalam hitungan maksimal bagi seorang Muslim tidak ada batasan untuk mengamalkan dan menghayati setiap ayat surah tersebut. []

Tags: JiwaManusia
Share122Tweet76Send
Previous Post

Perputaran Ekonomi saat Mudik Lebaran 2023 Capai 240 Triliun

Next Post

Gerai Zakat Ramadhan BAZNAS Tersebar di AEON Mall

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result