Bloomington, Gontornews — Pengguna media sosial telah menyuarakan perasaan frustrasi atas apa yang mereka gambarkan sebagai standar ganda setelah sebuah masjid dibom di Amerika Serikat.
Ledakan yang terjadi sekitar pukul 5 pagi waktu setempat di Pusat Islam (Islamic Center) Dar Al Farooq di Bloomington, Minnesota, menyebabkan kerusakan namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Jamaah sedang mempersiapkan shalat Shubuh saat serangan bom terjadi.
Menurut Star Tribune, sebuah koran lokal, ada 15 sampai 20 orang di dalam masjid saat ledakan terjadi.
Biro Investigasi Federal (FBI) telah mengirim agen untuk melacak siapa yang berada di balik serangan tersebut, yang dikatakannya disebabkan oleh “alat peledak rakitan”.
Masjid tersebut, seperti banyak lainnya di AS, mendapat ancaman serangan sebelum pemboman.
Bagi banyak warga AS, pengeboman masjid itu memperlihatkan standar ganda AS. Mereka mempertanyakan mengapa Presiden AS Donald Trump gagal merespons apa yang mereka gambarkan sebagai “serangan teroris” yang menargetkan Muslim.
Mark Follman, seorang editor majalah Mother Jones, mengatakan bahwa diamnya Trump disebabkan karena yang menjadi sasaran serangan tersebut adalah Muslim.
Ternyata ada bom teroris di Minnesota hari ini. Coba tebak mengapa Trump tidak mengatakan apa-apa tentang hal itu. Https://t.co/4PoyfCY4YT
– Mark Follman (@markfollman) 5 Agustus 2017
“Pada masa normal, pemboman rumah ibadah dengan IED tidak akan dikenali oleh presiden Amerika Serikat,” lanjutnya, setelah memposting daftar serangan sebelumnya yang dilakukan oleh penyerang sayap kanan yang juga tidak dikomentari Trump.
Sementara itu, Marty Parrish bertanya, “Apakah saya merindukan pernyataan Trump tentang kekhawatiran korban bom dan anggota Masjid ini?”
Dia menambahkan, “Apakah dia peduli?”
Https://t.co/WIWOCewIt4
– Marty Parrish (@Marty_Parrish) 6 Agustus 2017 [Rusdiono Mukri]






















