Jakarta, Gontornews — “Hakikatnya orang yang harus kita tangani adalah diri kita sendiri,” tekan Dokter Shindy Putri dalam sebuah kajian bertajuk, Muslimah: Membawa Perubahan yang Lebih Baik. Bahkan orang yang bisa merubah hidup dan masa depan kita adalah kita sendiri. Artinya, bisa memahami, berdamai, dan mengendalikan diri sendiri adalah poin penting untuk menggapai kesuksesan hidup dunia akhirat kita.
Dalam kehidupan manusia, sejatinya ada tiga poin penting hubungan yang harus dijaga, pertama, hubungan dengan Allah. “Karena kita hidup di dunia ini penuh dengan ujian, jika kita berjalan ke arah Allah, maka Allah akan berlari menuju kita,” ulas entrepreneur Muslimah itu. Apapun yang kita minta, lanjutnya, pengharapan hanya kepada Allah. Kenapa? Karena kalau kita berharap kepada manusia, kita pasti akan kecewa.
Adik dari Ustadzah Dr Oki Setiana Dewi MPd ini pun lantas melanjutkan kedua, hubungan sesama manusia. Karena kita makhluk sosial, maka fitrahnya adalah harus selalu saling tolong menolong satu sama lain. Lalu ketiga, hal yang tak kalah penting adalah hubungan dengan diri sendiri. Karena sebetulnya musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.
Penanganan terhadap diri sendiri ini juga sangat berkaitan erat dengan ketiga kecerdasan manusia yakni kecerdasan spiritual, intelektual, serta emosional. Kecerdasan emosional manusia ini harus terus menerus diulang dan dilatih. Salah satu caranya adalah dengan melatih body language kita.
“Body language itu sangat memengaruhi emosi kita,” ujar Shindy. Lihat saja, ketika kita sedih tapi kita menengadahkan kepala ke atas, maka kita akan tetap tegar. Karena secara tidak sengaja akan menekan emosi negatif tadi. Berbeda jika kita menundukkan kepala di kala sedih, maka emosi negatif akan semakin menenggelamkan kita dalam kesedihan.
Selain itu, kecerdasan emosional kita juga bisa dilatih dengan rutin melakukan self hypnotis. Bahwa betapa pentingnya kita mensugesti diri, terutama di waktu alam bawah sadar kita aktif. Misalnya, ketika sudah mengantuk sekali, baik waktu menjelang tidur siang atau tidur malam, sugestilah diri kita akan apa yang mau dikejar lillahi ta’ala. Kemudian kita juga harus self reward dengan berterima kasih pada diri sendiri. “Karena secara tidak langsung kita merasa dihargai oleh diri sendiri,” tekan ibu anak satu ini.
Muslimah berparas menawan itu pun kemudian melanjutkan, “Jadi, pola pikir kita sangat menentukan tindakan kita, dan tindakan kita akan mengubah kebiasaan serta akan mengubah karakter, dan karakter akan mengubah kenyataan kita.”
Janganlah berlarut-larut dalam kesedihan, karena sikap tersebut justru akan merusak kesehatan. Ketika masalah datang memenuhi pikiran, maka solusinya ialah kembali kepada Allah Ta’ala, al-Qur’an dan as-Sunnah. Sedangkan cara agar kita dapat terus bahagia ialah dengan terus bersyukur akan semua nikmatnya.
Kita juga bisa melakukan self healing untuk meredam emosi kita. “Self healing bisa dengan helaan (tarik nafas dan hembuskan), serta beristighfar, karena hal itu akan meredam sekian persen emosi kita,” tutup dr Shindy kepada Gontornews.com dalam seminar yang diadakan oleh komunitas One Day One Juz pada Agustus lalu dan dihadiri oleh ribuan peserta itu. <Edithya Miranti>






















