Jakarta, Gontornews — Menag Fachrul Razi melantik tiga pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Ketiganya Rektor IAIN Batusangkar, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, dan Ketua STAHN Mpu Kunturan.
Menag berpesan bahwa pimpinan PTKN harus bisa menyingkronkan pendekatan keilmuan dan manajerial pada PTKN. Sebab, kampus dituntut berkontribusi memberdayakan masyarakat.
“PTKN jangan hanya menjadi mercusuar ilmu pengetahuan, tapi sekaligus harus menjadi mercusuar akhlak dan moral generasi terpelajar sebagai calon pemimpin bangsa,” kata Menag di Jakarta, Kamis (23/07).
PTKN memang bukan lembaga dakwah, tapi berperan dalam meningkatkan kualitas dakwah dan kualitas kehidupan beragama di masyarakat. Oleh karena itu, dari PTKN diharapkan lahir gagasan, konsep, dan strategi pembangunan masyarakat religius yang moderat di Tanah Air kita. “PTKN juga diharapkan melahirkan gagasan pembangunan masyarakat yang religius,” tambahnya.
Menurut Menag, keberadaan PTKN diharapkan mampu melahirkan generasi yang intelek, tidak hanya sarjana berilmu, namun sarjana yang agamawan. “PTKN harus menjadi laboratorium manusia yang berkahlak mulia,” kata Menag.
Mengutip perkataan Moh. Hatta, Menag mengatakan bahwa ilmu bisa dipelajari setiap manusia, namun pendidikan akhlak dan karakter tidak cukup melalui pengajaran, tapi juga keteladanan.
Berikut tiga pimpinan PTKN yang dilantik:
1. Dr Marjoni Imamora, M.Sc sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar.
2. Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.
3. Dr. I Gede Suwindia, S.Ag, MA sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kunturan Singaraja.[]




















