Jakarta, Gontornews –– Peran organisasi pengelola zakat sangat signifikan dalam menggerakkan potensi dana sosial keagamaan. Di mana zakat bisa dikelola sebagai bagian dari ikhtiar penangulangan kemiskinan dan mitigasi masalah sosial di Indonesia.
Demikian Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan saat membuka Rapat Kerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tahun 2018 di Denpasar Bali Rabu (21/03).
Menurutnya, zakat adalah jantung filantropi Islam untuk membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial ekonomi di tengah kehidupan bangsa.
Melalui gerakan zakat yang bersifat massif dan inklusif, imbuh dia, zakat memiliki nilai strategis sebagai instrumen untuk mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi.
“Saya berharap Rakernas Baznas ini mampu melahirkan keputusan dan resolusi yang memperkuat gerakan zakat di Tanah Air,” harapnya.
Rekernas Baznas 2018 akan berlansung selama tiga hari hingga 23 Maret 2018. Rakernas ini diikuti sekitar 625 peserta dari seluruh Indonesaia yang berasal dari Baznas provinsi, kabupaten/kota, LAZ nasional, LAZ provinsi dan kabupaten/kota. [Muhammad Khaerul Muttaqien].



















