Jakarta, Gontornews – Saat penerimaan rapor di sekolah merupakan saat yang menegangkan baik bagi anak maupun orangtua. Banyak kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, salah satunya adalah tidak naik kelas.
Ketertinggalan kelas yang dirasakan anak bukan karena anak tidak cerdas, namun banyak faktor yang membuat si anak harus belajar di kelas yang sama pada tahun ajaran yang berbeda.
Situs keepkidshealthy.com menjelaskan ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab anak tidak naik kelas. Antara lain, cara belajar anak yang kurang tepat atau standar sekolah yang terlalu tinggi.
Selain itu, masalah dalam keluarga juga bisa menjadi faktor anak tinggal sekolah, atau juga karena pengaruh lingkungan sekolah. Kemudian ketika anak menderita sakit yang mengharuskan ia beristirahat dalam waktu lama sehingga ketinggalan pelajaran dan terakhir faktor IQ.
Oleh karena itu, ada tiga hal yang bisa dilakukan orangtua ketika anaknya tinggal kelas. Tiga hal itu adalah,
1. Harus selalu positif
Ketika anak tertinggal kelas, sudah pasti anak akan mengalami beban mental. Rasa malu dengan temannya karena tidak lagi satu kelas, atau sampai si anak merasa bodoh sehingga tidak naik kelas.
Oleh karena itu, orangtua harus selalu memberikan motivasi agar anak tidak merasa terpojokan. Memberikan hal-hal yang positif sehingga si anak tidak selalu berfikir bahwa ia bukan anak yang cerdas.
Seorang konselor, Jim Taylor, yang bekerja di sekolah selama 20 tahun menjelaskan agar anak tetap positif, orangtua harus bisa berlapang dada terlebih dahulu. “Ya, ketika anak tidak naik kelas, jangan hanya sekadar menyalahkan anak tanpa mau introspeksi diri,” katanya
2. Dialog dengan guru
Ketertinggalan kelas yang terjadi pada anak di sekolah tentunya menjadi pembelajaran bagi orangtua. Maka menjadi bijak apabila orangtua mencoba mencari tahu alasan atau masalah yang dihadapi anak sehingga anak tidak naik kelas.
Salah satunya adalah dengan melalukan dialog dengan guru, baik kepada Kepala Sekolah, Wali Kelas atau Guru BP. Sebab hal itu sangat penting untuk mengetahui perkembangan anak selama di sekolah.
3. Berikan semangat tinggi
Orangtua tidak perlu merasa kecewa berkepanjangan ketika anak tidak naik kelas. Sebab, ketertinggalan kelas si anak tentunya ada andil orangtua. Oleh karenanya, baiknya orangtua memberikan semangat yang lebih tinggi sehingga anak memiliki keinginan kuat untuk bangkit kembali.
“Bangkitkan motivasi dan rasa percaya diri pada anak, dengan melakukan dialog dari hati ke hati, agar anak tetap merasa bahwa orangtua tetap menyayanginya,” saran Jim. [Devi Lusianawati]
























