Setiap ke Jogjakarta serasa kembali pulang ke rumah. Setelah sekian lama tidak melakukan perjalanan dengan kereta api, Sabtu,3 Desember 2022 saya menyempatkan diri mampir ke Jogja. Tujuan utamanya sebenarnya ke Gontor untuk mengecek progres pembangunan dan persiapan pembukaan bengkel Gontor Auto Service di Ponorogo.
Tiba di Stasiun Tugu, saya dijemput oleh Wawan Sugianto atau yang akrab dipanggil Wasugi. Alumni 1999 akhir, yang juga ketua Forbis Jogja saat ini.
Wasugi aktif sebagai web developer dengan brand perusahaannya Webane, Β yang sering dijadikan destinasi rihlah iqtishadiyah mahasiswa UNIDA.
Asli Majalengka tapi menetap dan menikah dengan seorang dokter di Jogja. Wasugi dikenal juga sebagai Bapak ASI. Aktif memberikan pelatihan dan menjadi konselor menyusui pascagempa Aceh 2004, master of trainer pelatihan konseling menyusui modul 40 jam WHO UNICEF, pendiri dan pengasuh konsultasi online via twitterΒ @tipsmenyusui.Β Untuk urusan website dan pengembangan digital branding, saya rekomendasikan keΒ https://webane.com/Β atau instagramnya @webane.id.
Selama di Jogjakarta saya minta dicarikan kendaraan untuk wara-wiri. Banyak rekan Forbis Jogja yang menggeluti bisnis Rental Mobil. Salah satunya Roni Susanto, alumni 99 asal Jakarta yang menikah dengan gadis Jogja. Dengan bendera usaha Doc Trans yang beralamat di Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta.
Selain menjalankan usaha rental mobil, Roni yang pernah bekerja di beberapa perusahaan nasional seperti Holcim, juga mengurus manajemen Bengkel Balap Kawasaki, Mlanding Cafe and Resto, serta bersinergi bersama Aswin Hardian asal Magelang mendirikanΒ Bendino DurenΒ di Jalan Gito Gati Ngaglik, Sleman. Roni berkenan menemani saya bersama Wasugi dkk selama berkunjung ke Jogjakarta dan Ponorogo. Bagi yang berkunjung ke kota gudeg, saya referensikan memakai jasa rental Doc Trans-nya Roni Susanto ini. Follow ig- nyaΒ @pt.doctransindonesia.
Tujuan pertama saya sesampai di Jogja ialah silaturahim dengan Ust Inβam, alumni 1998 asal Tegal yang saat ini berdomisili di Jogja. Saya ingin berdiskusi dan sharing tentang pengajaran bahasa Arab di pondok pesantren alumni.
Selepas dari KMI Gontor, Inβam melanjutkan ke UNIDA sampai selesai dan mendapat tugas membantu penerbitan dan percetakan Darussalam Press. Selain aktif di percetakan, Inβam juga aktif di Spirit English Course.
Kecintaan terhadap bahasa Arab dan Inggris, menjadikan Inβam mencoba mengembangkan metode pengajaran bahasa Arab dan Inggris selepas pengabdiannya di Gontor.
Di bawah bendera Spirit Printing and Publishing, Inβam fokus dalam percetakan dan penerbitan buku pendidikan dan kepesantrenan di rumahnya, daerah Gamping Yogyakarta. Buku-buku yang diterbitkannya merupakan pengembangan dari buku-buku utama yang diajarkan di Gontor, agar lebih detail dan mudah dipraktikkan di pesantren-pesantren. (https://kitabpesantrenjogja.wordpress.com/)
Dari diskusi ringan ini kami menginisiasi sebuah program Pelatihan Intensif Pengajaran Bahasa Arab bagi Guru-guru Pesantren yang akan diadakan di Yogyakarta, kerjasama antara Pesantren Roji Syafaat dengan Yakaafi (Yayasan Amal Wakaf Indonesia).
Saya berkesempatan mengunjungi Pondok Pesantren Roji Syafaat di daerah Sambiroto, Kulon Progo. Pondok ini dirintis bersama Ust Lutfhi Dz di bawah Yayasan Lembah Syafaat Quran.Β (https://rojisyafaat.com/)
Banyak sekali alumni Gontor yang berkecimpung dalam dunia usaha di Jogjakarta. Karena keterbatasan waktu, saya hanya sempat mengunjungi beberapa lokasi. Salah satunya Bendino DurenΒ yang berlokasi di Jalan Gito Gati Sleman. Sambil menunggu hujan reda, saya ngobrol panjang dengan Founder Bendino Duren, Aswin Hardian, alumni 1999 asal Magelang.
Bisnis utama Aswin yaitu pembibitan segala jenis buah seperti Durian, Alpokat, dan Klengkeng. Punya sentra pembibitan dan perkebunan di Magelang dan Kalimantan Timur.
Melayani pemesanan segala bibit tanaman untuk perorangan, instansi atau lembaga dan pemerintahan. Bendino Duren merupakan pengembangan usaha di hilir dengan konsep makan durian di tempat, sekaligus bisa melihat bibit tanaman buah.
Makan durian di sini tidak perlu khawatir, karena diberikan garansi. Semua jenis durian dijamin kualitasnya. Baik durian lokal maupun jenis premium seperti Musang King, Bawor, dan Duri Hitam. Bagi penikmat durian, sangat rekomended untuk mengunjungiΒ @bendino_duren.Β Bisa juga melayani pengiriman untuk dalam dan luar kota.
Sebelum melanjutkan perjalanan ke Gontor, saya mencari oleh-oleh yang bisa dibawa untuk beberapa rekan di Gontor, yang diproduksi oleh alumni Gontor. Saya diarahkan untuk mampir diΒ Bluder RatuΒ milik Ustadz Ipung,alumni 1988 di daerah Maguwo, dekat Bandara Lama Jogjakarta.
Nama Aslinya Muh Saifullah Rifat, jurnalis majalah Tempo. Bersama istrinya, ia merintis usaha Bluder Ratu sebagai alternatif oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Jogja.
Langsung diproduksi di tempat, sehingga fresh from the oven. Roti khas sejak zaman Belanda ini memiliki tekstur yang lembut, tanpa bahan pengawet dan tanpa pemanis buatan. Tersedia dalam berbagai varian rasa. Cocok untuk dijadikan cemilan bersama kopi atau dijadikan oleh-oleh untuk kerabat dan relasi. Beruntung masih ada stok bluder hari itu. Langsung saya borong untuk dijadikan oleh-oleh.
Masih banyak unit usaha alumni Gontor yang tersebar di Jogjakarta, baik kuliner, transportasi, digital maupun bidang lainnya. Kami akan sajikan dalam kesempatan lainnya. Informasi detailnya bisa dilihat di website resmiΒ forbis.idΒ atau follow ig-nyaΒ @forbisikpm.
Indahnya berwisata, jalan-jalan sambil bersilaturahmi, saling support dan menguatkan sesama santri. Jadikan hidup kita penuh nilai. Hidup sekali, hiduplah yang berarti. Jangan sekedar hidup untuk hidup, tapi hidup untuk ibadah.[]





















