Doha, Gontornews — Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan, kehadiran pemimpin politik Hamas di negara itu untuk mempromosikan “rekonsiliasi” Palestina.
Selain itu, kehadiran pemimpin politik kelompok Hamas yang berbasis di Gaza itu di Doha sudah “dikoordinasikan dengan AS” dan ditujukan untuk memfasilitasi persatuan Palestina.
“Kehadiran Hamas di Doha dikoordinasikan dengan AS dan negara-negara di kawasan ini, dan ini adalah bagian dari usaha kita untuk menengahi faksi Palestina mencapai rekonsiliasi,” kata Sheikh Mohammed sebagaimana dikutip Aljazeera.
Pernyataan tersebut muncul empat hari setelah Arab Saudi, Bahrain, UEA dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan hubungan transportasi dengan Qatar yang menyebabkan krisis terbesar negara-negara Teluk.
Mereka menuduh Qatar mendukung kelompok bersenjata – termasuk Hamas – dan saingan regional mereka, Iran. Namun Qatar membantah, tuduhan tersebut tidak berdasar.
Jalur Gaza telah mengalami blokade Israel selama satu dekade dan tiga kali serangan Israel secara besar-besaran ke wilayah itu telah merusak infrastruktur di Gaza. [Rusdiono Mukri]





















