Kairo, Gontornews—Pemerintah Mesir melalui tentara militer menghancurkan 12 terowongan lintas perbatasan yang menghubungkan Semenanjung Sinai Mesir dengan Jalur Gaza yang diblokade. Hal ini disampaikan Angkatan Darat Kolonel Tamer al-Rifai pada Senin (2/1).
Rifai menyebutkan mulut dari 12 terowongan semua yang terletak di Sinai utara telah hancur. Namun Dia tidak mengatakan, bagaimana penghancurannya dan kapan tepatnya operasi pembongkaran dilakukan.
Sejak diblokade Israel dan Mesir sejak 2007, Jalur Gaza bergantung pada jaringan terowongan lintas perbatasan selama bertahun-tahun untuk mengimpor pasokan kebutuhan, termasuk makanan, bahan bakar dan obat-obatan.
Sejak 2013 penggulingan Presiden terpilih Mohamed Morsi oleh militer, tentara Mesir telah menghancurkan banyak terowongan, yang dikatakan digunakan untuk mendukung aktivitas militan di Sinai.
Dalam beberapa bulan terakhir, tentara Mesir membanjiri lintas batas jaringan terowongan tersebut, dengan air laut Mediterania. Pada tahun 2014, pemerintah Mesir mulai mendirikan “zona penyangga” di sepanjang perbatasan dengan Gaza menyusul serentetan serangan militan pada personil keamanan Mesir di semenanjung volatile.
Kairo juga telah meningkatkan jumlah orang yang diperbolehkan untuk keluar melalui perbatasan Rafah, gerbang utama Gaza ke dunia luar. Hal ini juga memungkinkan Gaza untuk mengimpor barang-barang komersial melalui Rafah untuk pertama kalinya sejak 2013, dan telah mengirimkan sinyal publik dalam meningkatkan hubungan kerjasama. [Ahmad Muhajir]



















