Alexandria, Gontornews — Ledakan di kota pantai, Alexandria, Mesir, telah menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk seorang polisi. Menurut pejabat Mesir, ledakan itu sebagai upaya pembunuhan terhadap Mayor Jenderal Mostafa al-Nemr, kepala keamanan Alexandria.
Ledakan itu terjadi di dekat Hotel Tolip pada Sabtu (24/3) sore di Rushdi, sebuah lingkungan di kota Alexandria, dekat iring-iringan Mayor Jenderal Mostafa al-Nemr, kepala keamanan Alexandria.
Aljazeera merilis, ledakan yang juga melukai sedikitnya empat orang, itu adalah ledakan bom mobil yang menargetkan konvoi mobil.
Kantor berita MENA menyebutkan, kedua korban tewas adalah seorang polisi dan seorang pengemudi.
Kementerian dalam negeri Mesir mengatakan bahwa serangan itu adalah upaya pembunuhan terhadap al-Nemr.
Mantan deputi menteri dalam negeri Rafiq Habib mengatakan kepada Aljazeera, dia mencurigai para pelaku termasuk kelompok “ekstrimis”, meskipun belum ada konfirmasi.
“Pemilihan waktu ledakan ini, yang terjadi tepat sebelum pemilihan presiden, bertujuan untuk menebarkan ketakutan di kalangan pemilih,” kata Habib.
“Saya tidak percaya bahwa serangan itu akan berdampak pada pemilu. Namun saya yakin para pemilih tidak akan terpengaruh oleh ledakan itu,” tambahnya. [Rusdiono Mukri]




















