10
Tonton Selengkapnya
27 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Monday, 13 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Meski Gubernur, Harus Muslim

Dr (HC) KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
21 January 2018
in Wawancara
0
Meski Gubernur, Harus Muslim

Konstitusi kita membolehkan non-Muslim menjadi pemimpin. Ini rawan kalau non-Muslim bisa memimpin. Buktinya di beberapa daerah mayoritas Muslim begitu. Karena itu, umat Islam harus diedukasi dengan al-Maidah 51 agar mereka memilih pemimpin yang Muslim dan berkualitas. Indonesia memang negara demokrasi. Siapa pun boleh jadi pemimpin. Untuk itu, umat Islam harus berusaha secara fair dan kompetitif untuk bisa menampilkan pemimpin-pemimpin yang Islami dan benar-benar memiliki kemampuan danketerampilan. Jika kita memilih pemimpin yang tidak baik, tidak utama, itu kita sendiri mengkhianati.

Barangsiapa yang mengangkat pemimpin publik di tengah masyarakat Muslim, padahal ada yang lain yang lebih utama, maka kita dianggap berkhianat kepada Allah, Rasulullah, umat, dan masyarakat. “Kita harus menyiapkan pemimpin yang Islami dan berkualitas. Itu pesan surah al-Maidah 51. Jadi, dua-duanya harus kita penuhi,” ujarnya.

Terkait kepemimpinan ideal dalam Islam dan fenomena kepemimpinan di Indonesia saat ini, wartawan Majalah Gontor Muhammad Khaerul Muttaqien mewawancarai Ketua Umum MUI Dr (Hc) KH Ma’ruf Amin sebelum membuka acara Muktamar Al-Ittihadiyah ke-19 di Hotel Puri AVIA Cibogo, Puncak, Bogor, beberapa waktu lalu. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana kepemimpinan ideal dalam Islam menurut Anda?

BACA JUGA

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramah Lingkungan

Masyarakat Indonesia Ingin Awali-Akhiri Ramadhan Bersama

Pentingnya Deep Literasi di Era Digital

Begini ya, umat ini harus ada pemimpin. Artinya, harus ada imamah, tetapi imamah secara personal (imamah syakhshiyah). Ini belum ketemu orangnya, yang bisa jadi pemimpin semua umat Islam. Karena itu, saya menawarkan solusi adalah imamah secara institusi saja. Jadi, imamah institusionaliyah. Nah, institusi ini lembaga.

Lembaga mana yang bisa?

Semua orang sepakat bahwa yang bisa menjadi pemimpin itu lembaga Majelis Ulama Indonesia. Itulah yang coba kita bangun bagaimana imamah institusi ini, bagaimana MUI bisa menjadi tenda besar dari seluruh ormas-ormas yang ada.

Bagaimana kriteria-kriteria pemimpin yang semestinya dipilih umat Islam?

Kalau MUI sudah ada hasil Ijtima Ulama di Padang Panjang. Di sana menyebutkan kriteria pemimpin yang Islami: Shidiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah. Kalau kita ringkas, pemimpin Islam itu agamanya Islam, cerdas, memiliki kecakapan. Itu yang kita angkat. Karena itu, kita harapkan calon-calon partai ini, supaya menampilkan pemimpin Islam yang memiliki kriteria itu.

Kalau Gubernur itu masuk dalam kategori aulia seperti dalam al-Maidah 51 atau tidak?

Kalau para ulama memang memosisikan seperti itu, pemimpin. Ada juga yang mengatakan teman. Ya kalau teman saja tidak boleh apalagi pemimpin. Lebih berat kan. Kebanyakan ulama sepakat seperti itu.

Jadi kesimpulannya Indonesia harus dipimpin oleh pemimpin yang Muslim?

Iya. Kita itu begitu, kecuali kita kalah. Konstitusi kita membolehkan orang nonMuslim. Ini rawan kalau non-Muslim bisa memimpin. Buktinya di beberapa daerah mayoritas Muslim begitu. Karena itu, umat Islam harus diedukasi dengan al-Maidah 51 agar mereka memilih pemimpin yang Muslim. Ini perlu edukasi.

Belajar dari kekhalifahan Islam yang pernah mengalami kejayaan, namun kemudian mengalami kemunduran, apa penyebabnya, yang mungkin bisa kita petik pelajaran?

Ya saya kira karena umat Islam sudah terkena cara berpikir yang sekuler. Mereka tidak lagi mempertahankan sistem pemimpin Muslim. Kedua, banyak perilaku-perilaku khalifah-khalifah itu juga menyimpang. Dia khalifah Islam, tapi dia tidak berperilaku seperti seorang Muslim. Jadi, ini kalau di dalam rapuh karena perilaku khalifah, kemudian umat terkena provokasi bahwa yang penting adil, yang penting bisa menyejahterakan, Muslim atau tidak Muslim. Provokasi ini masuk sehingga terjadilah pembiaran terhadap kehancuran daulah Islamiyah dan kekhalifahan itu.

Ketika Daulah Abasiyah ada non-Muslim yang ditunjuk menjadi Gubernur, bagaimana komentar Anda?

Itu kan pengecualian. Itu non-Muslim yang dzimmi. Dzimmi itu di bawah pemerintahan karena keahliannya yang dibutuhkan, mungkin cari yang Muslim tidak ada, maka dia diangkat. Namun, dia di bawah keharusan menaati sistem Islam karena dia dzimmi. Jadi, tidak bisa menyimpang, di dalam pengawasan dan kontrol. Dzimmi pun kalau memang dia diperlukan tenaga dan pikirannya, tidak apa-apa kalau orang Islam tidak ada. Misalnya, suatu daerah memerlukan pengembangan pertanian. Di situ tidak ada orang Islam, ada orang non-Muslim yang ahli pertanian itu diperbolehkan. Itu dzimmi.

Dalam kaitannya dengan saat ini apakah itu relevan?

Tidak. Tidak relevan. Karena Gubernur punya hak sendiri. Tidak di bawah konstitusi yang bisa ditafsirkan macam-macam.

Kalau kita melihat keadaan saat ini seperti ada kesan yang menggiring bahwa Muslim banyak yang korup kala menjabat, sedangkan non-Muslim tidak, apa benar begitu?

Kalau soal korupsi itu bisa Muslim, bisa non-Muslim. Kalau di Filipina, ya non-Muslim karena mayoritas non-Muslim. Kalau di sini karena mayoritas pemimpin Muslim, ya tentu yang kena ya Muslim. Jadi, itu jangan dikaitkan-kaitkan bahwa karena Muslim dia korupsi, yang korupsi non-Muslim juga banyak di negara lain. Itu kan sistem pemahaman yang terbalik, tidak proporsional. Kalau soal korupsi di daerah yang mayoritas Muslim, tentu Muslim. Tapi di daerah non-Muslim, tentu banyak yang non-Muslim

Kalau dibandingkan kinerjanya, pemimpin-pemimpin Muslim yang ada di daerah-daerah bagaimana menurut Anda?

Sekarang tidak lagi seperti dulu. Pemuda-pemuda muslim intelektualnya sudah sangat cukup dan mumpuni. Yang kemarin saja masih kita pertahankan Islam ini. Walaupun mungkin belum banyak Muslim yang memiliki kualifikasi bagus. Sekarang doktor sudah banyak, berbagai macam ahli. Mengapa kita harus cari non-Muslim.

Kira-kira kendalanya apa, apakah mereka masih ingin mengunggulkan dirinya masing-masing sehingga tidak mau bersatu atau bagaimana?

Nah, itu penyakit kita. Penyakit kita itu masing-masing hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan kepentingan sesaat tidak membangun kepentingan jangka panjang dan bersifat ideologis. Ini lemah semangat keislamannya, ghirahnya lemah.

Apakah agama itu mempengaruhi cara berpikir dan cara memimpin?

Ya pasti itu. Agama itu sangat mempengaruhi. Kalau agama Islam kan nilai-nilai Islami yang memberikan pengaruh kepada seorang pemimpin. Tentu, agama lain juga dipengaruhi ajaran agamanya. Pasti itu. Agama itu suatu keyakinan. Kalau Islam kan ada nilai-nilai yang mempengaruhi perilaku seseorang.

Kalau kita lihat di berbagai negara saat ini, apakah ada negara dan pemimpin yang benar-benar Islami?

Kalau konstitusinya ada. Saudi misalnya. Namun, Saudi itu Islamnya sangat tekstual sehingga dianggap cara berpikirnya sangat konservatif. Kemudian, ada beberapa yang mayoritas. Malaysia dan Brunei Darussalam misalnya, agama resminya Islam. Namun, Malaysia itu hampir sama dengan Indonesia. Meski agama negaranya Islam, tetapi kehidupan-kehidupan yang lebih bersifat terbuka masih bisa berkembang. Turki juga karena pengaruh Mustafa Kamal Attaturk itu sempat terjadi sekularisasi pemikiran tata kehidupan. Menurut pengamatan saya, yang terpengaruh dengan sekularisasi Mustafa Kemal itu hanya di kota-kota. Untuk di daerah masih tetap, pengaruh ulama masih sangat kuat. Karena itu, ketika terjadi proses demokratisasi di Turki, muncullah kekuatan Islam sehingga partai dan tentara yang menggunakan paham sekuler semakin terpisah. Erdogan Islami dan bagus. Erdogan menang karena memang di daerah-daerah Islamnya masih cukup kental.

Apakah agama itu mesti menyatu dengan negara?

Negara Muslim itu belum tentu ideal ya. Negara ideal belum tentu Muslim juga kan, yang kita inginkan itu negara Muslim yang ideal. Itu yang harus diciptakan. Dalam kondisi seperti sekarang ini, untuk menjadi negara Muslim yang utuh itu agak sulit, kecuali Saudi Arabia. Namun, bagaimana sistem yang Islami itu menjadi sistem nasional, sistemnya. Jadi, saya kira bagaimana Islam itu bisa menjadi sistem, baik formal maupun substansial. Artinya, substansial itu tidak secara formal disebutkan syariah, tetapi substansinya syariah. Kalau formal disebutkan, seperti bank syariah, asuransi syariah, zakat, haji, wakaf atau nilai-nilai yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Karena itu, yang kita perlukan sekarang bagaimana sistem Islami itu menjadi sistem nasional di tiap negara.

Apa langkah MUI ke depan dalam turut serta membangun dan memajukan Indonesia?

MUI akan menggunakan pendapatpendapat melalui fatwa, rekomendasi, taujihat, arahan-arahan, dan program-program. Itu kita upayakan agar fatwa, tausiah, taujihat MUI, menjadi aturan di negara ini. Untuk itu, perlu upaya-upaya yang serius bekerjasama dengan parpol-parpol Islami atau parpol-parpol yang mayoritas pendukungnya Muslim. []

 

Tags: KH Ma'ruf AminPemimpin Muslim
Share50Tweet31Send
Previous Post

Ustadz Bachtiar Nasir: Umat Jangan Golput!

Next Post

Jagalah Harga Dirimu!

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

2 July 2026
Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

4 July 2026
Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf 203 Juta untuk Syukuran 100 Tahun Gontor  ‎

Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf 203 Juta untuk Syukuran 100 Tahun Gontor ‎

8 July 2026
Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

1 July 2026
Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

7 July 2026
SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

0
Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

0
Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

0
Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

0
Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

0
Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

9 July 2026
SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

9 July 2026
Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

9 July 2026
Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

9 July 2026
Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

8 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.
  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result