pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 25 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Meski Gubernur, Harus Muslim

Dr (HC) KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
9 years ago
in Wawancara
0
Meski Gubernur, Harus Muslim

Konstitusi kita membolehkan non-Muslim menjadi pemimpin. Ini rawan kalau non-Muslim bisa memimpin. Buktinya di beberapa daerah mayoritas Muslim begitu. Karena itu, umat Islam harus diedukasi dengan al-Maidah 51 agar mereka memilih pemimpin yang Muslim dan berkualitas. Indonesia memang negara demokrasi. Siapa pun boleh jadi pemimpin. Untuk itu, umat Islam harus berusaha secara fair dan kompetitif untuk bisa menampilkan pemimpin-pemimpin yang Islami dan benar-benar memiliki kemampuan danketerampilan. Jika kita memilih pemimpin yang tidak baik, tidak utama, itu kita sendiri mengkhianati.

Barangsiapa yang mengangkat pemimpin publik di tengah masyarakat Muslim, padahal ada yang lain yang lebih utama, maka kita dianggap berkhianat kepada Allah, Rasulullah, umat, dan masyarakat. “Kita harus menyiapkan pemimpin yang Islami dan berkualitas. Itu pesan surah al-Maidah 51. Jadi, dua-duanya harus kita penuhi,” ujarnya.

Terkait kepemimpinan ideal dalam Islam dan fenomena kepemimpinan di Indonesia saat ini, wartawan Majalah Gontor Muhammad Khaerul Muttaqien mewawancarai Ketua Umum MUI Dr (Hc) KH Ma’ruf Amin sebelum membuka acara Muktamar Al-Ittihadiyah ke-19 di Hotel Puri AVIA Cibogo, Puncak, Bogor, beberapa waktu lalu. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana kepemimpinan ideal dalam Islam menurut Anda?

BACA JUGA

UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Begini ya, umat ini harus ada pemimpin. Artinya, harus ada imamah, tetapi imamah secara personal (imamah syakhshiyah). Ini belum ketemu orangnya, yang bisa jadi pemimpin semua umat Islam. Karena itu, saya menawarkan solusi adalah imamah secara institusi saja. Jadi, imamah institusionaliyah. Nah, institusi ini lembaga.

Lembaga mana yang bisa?



Semua orang sepakat bahwa yang bisa menjadi pemimpin itu lembaga Majelis Ulama Indonesia. Itulah yang coba kita bangun bagaimana imamah institusi ini, bagaimana MUI bisa menjadi tenda besar dari seluruh ormas-ormas yang ada.

Bagaimana kriteria-kriteria pemimpin yang semestinya dipilih umat Islam?

Kalau MUI sudah ada hasil Ijtima Ulama di Padang Panjang. Di sana menyebutkan kriteria pemimpin yang Islami: Shidiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah. Kalau kita ringkas, pemimpin Islam itu agamanya Islam, cerdas, memiliki kecakapan. Itu yang kita angkat. Karena itu, kita harapkan calon-calon partai ini, supaya menampilkan pemimpin Islam yang memiliki kriteria itu.

Kalau Gubernur itu masuk dalam kategori aulia seperti dalam al-Maidah 51 atau tidak?

Kalau para ulama memang memosisikan seperti itu, pemimpin. Ada juga yang mengatakan teman. Ya kalau teman saja tidak boleh apalagi pemimpin. Lebih berat kan. Kebanyakan ulama sepakat seperti itu.

Jadi kesimpulannya Indonesia harus dipimpin oleh pemimpin yang Muslim?

Iya. Kita itu begitu, kecuali kita kalah. Konstitusi kita membolehkan orang nonMuslim. Ini rawan kalau non-Muslim bisa memimpin. Buktinya di beberapa daerah mayoritas Muslim begitu. Karena itu, umat Islam harus diedukasi dengan al-Maidah 51 agar mereka memilih pemimpin yang Muslim. Ini perlu edukasi.

Belajar dari kekhalifahan Islam yang pernah mengalami kejayaan, namun kemudian mengalami kemunduran, apa penyebabnya, yang mungkin bisa kita petik pelajaran?

Ya saya kira karena umat Islam sudah terkena cara berpikir yang sekuler. Mereka tidak lagi mempertahankan sistem pemimpin Muslim. Kedua, banyak perilaku-perilaku khalifah-khalifah itu juga menyimpang. Dia khalifah Islam, tapi dia tidak berperilaku seperti seorang Muslim. Jadi, ini kalau di dalam rapuh karena perilaku khalifah, kemudian umat terkena provokasi bahwa yang penting adil, yang penting bisa menyejahterakan, Muslim atau tidak Muslim. Provokasi ini masuk sehingga terjadilah pembiaran terhadap kehancuran daulah Islamiyah dan kekhalifahan itu.

Ketika Daulah Abasiyah ada non-Muslim yang ditunjuk menjadi Gubernur, bagaimana komentar Anda?

Itu kan pengecualian. Itu non-Muslim yang dzimmi. Dzimmi itu di bawah pemerintahan karena keahliannya yang dibutuhkan, mungkin cari yang Muslim tidak ada, maka dia diangkat. Namun, dia di bawah keharusan menaati sistem Islam karena dia dzimmi. Jadi, tidak bisa menyimpang, di dalam pengawasan dan kontrol. Dzimmi pun kalau memang dia diperlukan tenaga dan pikirannya, tidak apa-apa kalau orang Islam tidak ada. Misalnya, suatu daerah memerlukan pengembangan pertanian. Di situ tidak ada orang Islam, ada orang non-Muslim yang ahli pertanian itu diperbolehkan. Itu dzimmi.

Dalam kaitannya dengan saat ini apakah itu relevan?

Tidak. Tidak relevan. Karena Gubernur punya hak sendiri. Tidak di bawah konstitusi yang bisa ditafsirkan macam-macam.

Kalau kita melihat keadaan saat ini seperti ada kesan yang menggiring bahwa Muslim banyak yang korup kala menjabat, sedangkan non-Muslim tidak, apa benar begitu?

Kalau soal korupsi itu bisa Muslim, bisa non-Muslim. Kalau di Filipina, ya non-Muslim karena mayoritas non-Muslim. Kalau di sini karena mayoritas pemimpin Muslim, ya tentu yang kena ya Muslim. Jadi, itu jangan dikaitkan-kaitkan bahwa karena Muslim dia korupsi, yang korupsi non-Muslim juga banyak di negara lain. Itu kan sistem pemahaman yang terbalik, tidak proporsional. Kalau soal korupsi di daerah yang mayoritas Muslim, tentu Muslim. Tapi di daerah non-Muslim, tentu banyak yang non-Muslim

Kalau dibandingkan kinerjanya, pemimpin-pemimpin Muslim yang ada di daerah-daerah bagaimana menurut Anda?

Sekarang tidak lagi seperti dulu. Pemuda-pemuda muslim intelektualnya sudah sangat cukup dan mumpuni. Yang kemarin saja masih kita pertahankan Islam ini. Walaupun mungkin belum banyak Muslim yang memiliki kualifikasi bagus. Sekarang doktor sudah banyak, berbagai macam ahli. Mengapa kita harus cari non-Muslim.

Kira-kira kendalanya apa, apakah mereka masih ingin mengunggulkan dirinya masing-masing sehingga tidak mau bersatu atau bagaimana?

Nah, itu penyakit kita. Penyakit kita itu masing-masing hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan kepentingan sesaat tidak membangun kepentingan jangka panjang dan bersifat ideologis. Ini lemah semangat keislamannya, ghirahnya lemah.

Apakah agama itu mempengaruhi cara berpikir dan cara memimpin?

Ya pasti itu. Agama itu sangat mempengaruhi. Kalau agama Islam kan nilai-nilai Islami yang memberikan pengaruh kepada seorang pemimpin. Tentu, agama lain juga dipengaruhi ajaran agamanya. Pasti itu. Agama itu suatu keyakinan. Kalau Islam kan ada nilai-nilai yang mempengaruhi perilaku seseorang.

Kalau kita lihat di berbagai negara saat ini, apakah ada negara dan pemimpin yang benar-benar Islami?

Kalau konstitusinya ada. Saudi misalnya. Namun, Saudi itu Islamnya sangat tekstual sehingga dianggap cara berpikirnya sangat konservatif. Kemudian, ada beberapa yang mayoritas. Malaysia dan Brunei Darussalam misalnya, agama resminya Islam. Namun, Malaysia itu hampir sama dengan Indonesia. Meski agama negaranya Islam, tetapi kehidupan-kehidupan yang lebih bersifat terbuka masih bisa berkembang. Turki juga karena pengaruh Mustafa Kamal Attaturk itu sempat terjadi sekularisasi pemikiran tata kehidupan. Menurut pengamatan saya, yang terpengaruh dengan sekularisasi Mustafa Kemal itu hanya di kota-kota. Untuk di daerah masih tetap, pengaruh ulama masih sangat kuat. Karena itu, ketika terjadi proses demokratisasi di Turki, muncullah kekuatan Islam sehingga partai dan tentara yang menggunakan paham sekuler semakin terpisah. Erdogan Islami dan bagus. Erdogan menang karena memang di daerah-daerah Islamnya masih cukup kental.

Apakah agama itu mesti menyatu dengan negara?

Negara Muslim itu belum tentu ideal ya. Negara ideal belum tentu Muslim juga kan, yang kita inginkan itu negara Muslim yang ideal. Itu yang harus diciptakan. Dalam kondisi seperti sekarang ini, untuk menjadi negara Muslim yang utuh itu agak sulit, kecuali Saudi Arabia. Namun, bagaimana sistem yang Islami itu menjadi sistem nasional, sistemnya. Jadi, saya kira bagaimana Islam itu bisa menjadi sistem, baik formal maupun substansial. Artinya, substansial itu tidak secara formal disebutkan syariah, tetapi substansinya syariah. Kalau formal disebutkan, seperti bank syariah, asuransi syariah, zakat, haji, wakaf atau nilai-nilai yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Karena itu, yang kita perlukan sekarang bagaimana sistem Islami itu menjadi sistem nasional di tiap negara.

Apa langkah MUI ke depan dalam turut serta membangun dan memajukan Indonesia?

MUI akan menggunakan pendapatpendapat melalui fatwa, rekomendasi, taujihat, arahan-arahan, dan program-program. Itu kita upayakan agar fatwa, tausiah, taujihat MUI, menjadi aturan di negara ini. Untuk itu, perlu upaya-upaya yang serius bekerjasama dengan parpol-parpol Islami atau parpol-parpol yang mayoritas pendukungnya Muslim. []

 

Tags: KH Ma'ruf AminPemimpin Muslim
Share51Tweet31Send
Previous Post

Ustadz Bachtiar Nasir: Umat Jangan Golput!

Next Post

Jagalah Harga Dirimu!

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

22 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

0
Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

0
IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

0
IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

0
Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

0
UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

25 October 2026
IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

25 October 2026
Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

25 October 2026
IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

25 October 2026
Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

24 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result