pesanan-majalah-edisi-khusus
26 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 29 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Meski Gubernur, Harus Muslim

Dr (HC) KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
21 January 2018
in Wawancara
0
Meski Gubernur, Harus Muslim

Konstitusi kita membolehkan non-Muslim menjadi pemimpin. Ini rawan kalau non-Muslim bisa memimpin. Buktinya di beberapa daerah mayoritas Muslim begitu. Karena itu, umat Islam harus diedukasi dengan al-Maidah 51 agar mereka memilih pemimpin yang Muslim dan berkualitas. Indonesia memang negara demokrasi. Siapa pun boleh jadi pemimpin. Untuk itu, umat Islam harus berusaha secara fair dan kompetitif untuk bisa menampilkan pemimpin-pemimpin yang Islami dan benar-benar memiliki kemampuan danketerampilan. Jika kita memilih pemimpin yang tidak baik, tidak utama, itu kita sendiri mengkhianati.

Barangsiapa yang mengangkat pemimpin publik di tengah masyarakat Muslim, padahal ada yang lain yang lebih utama, maka kita dianggap berkhianat kepada Allah, Rasulullah, umat, dan masyarakat. β€œKita harus menyiapkan pemimpin yang Islami dan berkualitas. Itu pesan surah al-Maidah 51. Jadi, dua-duanya harus kita penuhi,” ujarnya.

Terkait kepemimpinan ideal dalam Islam dan fenomena kepemimpinan di Indonesia saat ini, wartawan Majalah Gontor Muhammad Khaerul Muttaqien mewawancarai Ketua Umum MUI Dr (Hc) KH Ma’ruf Amin sebelum membuka acara Muktamar Al-Ittihadiyah ke-19 di Hotel Puri AVIA Cibogo, Puncak, Bogor, beberapa waktu lalu. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana kepemimpinan ideal dalam Islam menurut Anda?

BACA JUGA

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan Β 

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren RamahΒ Lingkungan

Begini ya, umat ini harus ada pemimpin. Artinya, harus ada imamah, tetapi imamah secara personal (imamah syakhshiyah). Ini belum ketemu orangnya, yang bisa jadi pemimpin semua umat Islam. Karena itu, saya menawarkan solusi adalah imamah secara institusi saja. Jadi, imamah institusionaliyah. Nah, institusi ini lembaga.

Lembaga mana yang bisa?

Semua orang sepakat bahwa yang bisa menjadi pemimpin itu lembaga Majelis Ulama Indonesia. Itulah yang coba kita bangun bagaimana imamah institusi ini, bagaimana MUI bisa menjadi tenda besar dari seluruh ormas-ormas yang ada.

Bagaimana kriteria-kriteria pemimpin yang semestinya dipilih umat Islam?

Kalau MUI sudah ada hasil Ijtima Ulama di Padang Panjang. Di sana menyebutkan kriteria pemimpin yang Islami: Shidiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah. Kalau kita ringkas, pemimpin Islam itu agamanya Islam, cerdas, memiliki kecakapan. Itu yang kita angkat. Karena itu, kita harapkan calon-calon partai ini, supaya menampilkan pemimpin Islam yang memiliki kriteria itu.

Kalau Gubernur itu masuk dalam kategori aulia seperti dalam al-Maidah 51 atau tidak?

Kalau para ulama memang memosisikan seperti itu, pemimpin. Ada juga yang mengatakan teman. Ya kalau teman saja tidak boleh apalagi pemimpin. Lebih berat kan. Kebanyakan ulama sepakat seperti itu.

Jadi kesimpulannya Indonesia harus dipimpin oleh pemimpin yang Muslim?

Iya. Kita itu begitu, kecuali kita kalah. Konstitusi kita membolehkan orang nonMuslim. Ini rawan kalau non-Muslim bisa memimpin. Buktinya di beberapa daerah mayoritas Muslim begitu. Karena itu, umat Islam harus diedukasi dengan al-Maidah 51 agar mereka memilih pemimpin yang Muslim. Ini perlu edukasi.

Belajar dari kekhalifahan Islam yang pernah mengalami kejayaan, namun kemudian mengalami kemunduran, apa penyebabnya, yang mungkin bisa kita petik pelajaran?

Ya saya kira karena umat Islam sudah terkena cara berpikir yang sekuler. Mereka tidak lagi mempertahankan sistem pemimpin Muslim. Kedua, banyak perilaku-perilaku khalifah-khalifah itu juga menyimpang. Dia khalifah Islam, tapi dia tidak berperilaku seperti seorang Muslim. Jadi, ini kalau di dalam rapuh karena perilaku khalifah, kemudian umat terkena provokasi bahwa yang penting adil, yang penting bisa menyejahterakan, Muslim atau tidak Muslim. Provokasi ini masuk sehingga terjadilah pembiaran terhadap kehancuran daulah Islamiyah dan kekhalifahan itu.

Ketika Daulah Abasiyah ada non-Muslim yang ditunjuk menjadi Gubernur, bagaimana komentar Anda?

Itu kan pengecualian. Itu non-Muslim yang dzimmi. Dzimmi itu di bawah pemerintahan karena keahliannya yang dibutuhkan, mungkin cari yang Muslim tidak ada, maka dia diangkat. Namun, dia di bawah keharusan menaati sistem Islam karena dia dzimmi. Jadi, tidak bisa menyimpang, di dalam pengawasan dan kontrol. Dzimmi pun kalau memang dia diperlukan tenaga dan pikirannya, tidak apa-apa kalau orang Islam tidak ada. Misalnya, suatu daerah memerlukan pengembangan pertanian. Di situ tidak ada orang Islam, ada orang non-Muslim yang ahli pertanian itu diperbolehkan. Itu dzimmi.

Dalam kaitannya dengan saat ini apakah itu relevan?

Tidak. Tidak relevan. Karena Gubernur punya hak sendiri. Tidak di bawah konstitusi yang bisa ditafsirkan macam-macam.

Kalau kita melihat keadaan saat ini seperti ada kesan yang menggiring bahwa Muslim banyak yang korup kala menjabat, sedangkan non-Muslim tidak, apa benar begitu?

Kalau soal korupsi itu bisa Muslim, bisa non-Muslim. Kalau di Filipina, ya non-Muslim karena mayoritas non-Muslim. Kalau di sini karena mayoritas pemimpin Muslim, ya tentu yang kena ya Muslim. Jadi, itu jangan dikaitkan-kaitkan bahwa karena Muslim dia korupsi, yang korupsi non-Muslim juga banyak di negara lain. Itu kan sistem pemahaman yang terbalik, tidak proporsional. Kalau soal korupsi di daerah yang mayoritas Muslim, tentu Muslim. Tapi di daerah non-Muslim, tentu banyak yang non-Muslim

Kalau dibandingkan kinerjanya, pemimpin-pemimpin Muslim yang ada di daerah-daerah bagaimana menurut Anda?

Sekarang tidak lagi seperti dulu. Pemuda-pemuda muslim intelektualnya sudah sangat cukup dan mumpuni. Yang kemarin saja masih kita pertahankan Islam ini. Walaupun mungkin belum banyak Muslim yang memiliki kualifikasi bagus. Sekarang doktor sudah banyak, berbagai macam ahli. Mengapa kita harus cari non-Muslim.

Kira-kira kendalanya apa, apakah mereka masih ingin mengunggulkan dirinya masing-masing sehingga tidak mau bersatu atau bagaimana?

Nah, itu penyakit kita. Penyakit kita itu masing-masing hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan kepentingan sesaat tidak membangun kepentingan jangka panjang dan bersifat ideologis. Ini lemah semangat keislamannya, ghirahnya lemah.

Apakah agama itu mempengaruhi cara berpikir dan cara memimpin?

Ya pasti itu. Agama itu sangat mempengaruhi. Kalau agama Islam kan nilai-nilai Islami yang memberikan pengaruh kepada seorang pemimpin. Tentu, agama lain juga dipengaruhi ajaran agamanya. Pasti itu. Agama itu suatu keyakinan. Kalau Islam kan ada nilai-nilai yang mempengaruhi perilaku seseorang.

Kalau kita lihat di berbagai negara saat ini, apakah ada negara dan pemimpin yang benar-benar Islami?

Kalau konstitusinya ada. Saudi misalnya. Namun, Saudi itu Islamnya sangat tekstual sehingga dianggap cara berpikirnya sangat konservatif. Kemudian, ada beberapa yang mayoritas. Malaysia dan Brunei Darussalam misalnya, agama resminya Islam. Namun, Malaysia itu hampir sama dengan Indonesia. Meski agama negaranya Islam, tetapi kehidupan-kehidupan yang lebih bersifat terbuka masih bisa berkembang. Turki juga karena pengaruh Mustafa Kamal Attaturk itu sempat terjadi sekularisasi pemikiran tata kehidupan. Menurut pengamatan saya, yang terpengaruh dengan sekularisasi Mustafa Kemal itu hanya di kota-kota. Untuk di daerah masih tetap, pengaruh ulama masih sangat kuat. Karena itu, ketika terjadi proses demokratisasi di Turki, muncullah kekuatan Islam sehingga partai dan tentara yang menggunakan paham sekuler semakin terpisah. Erdogan Islami dan bagus. Erdogan menang karena memang di daerah-daerah Islamnya masih cukup kental.

Apakah agama itu mesti menyatu dengan negara?

Negara Muslim itu belum tentu ideal ya. Negara ideal belum tentu Muslim juga kan, yang kita inginkan itu negara Muslim yang ideal. Itu yang harus diciptakan. Dalam kondisi seperti sekarang ini, untuk menjadi negara Muslim yang utuh itu agak sulit, kecuali Saudi Arabia. Namun, bagaimana sistem yang Islami itu menjadi sistem nasional, sistemnya. Jadi, saya kira bagaimana Islam itu bisa menjadi sistem, baik formal maupun substansial. Artinya, substansial itu tidak secara formal disebutkan syariah, tetapi substansinya syariah. Kalau formal disebutkan, seperti bank syariah, asuransi syariah, zakat, haji, wakaf atau nilai-nilai yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Karena itu, yang kita perlukan sekarang bagaimana sistem Islami itu menjadi sistem nasional di tiap negara.

Apa langkah MUI ke depan dalam turut serta membangun dan memajukan Indonesia?

MUI akan menggunakan pendapatpendapat melalui fatwa, rekomendasi, taujihat, arahan-arahan, dan program-program. Itu kita upayakan agar fatwa, tausiah, taujihat MUI, menjadi aturan di negara ini. Untuk itu, perlu upaya-upaya yang serius bekerjasama dengan parpol-parpol Islami atau parpol-parpol yang mayoritas pendukungnya Muslim. []

 

Tags: KH Ma'ruf AminPemimpin Muslim
Share50Tweet31Send
Previous Post

Ustadz Bachtiar Nasir: Umat Jangan Golput!

Next Post

Jagalah Harga Dirimu!

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

23 August 2026
Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

23 August 2026
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

24 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

0
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

0
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

0
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

0
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

0
Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

26 August 2026
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

24 August 2026
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

24 August 2026
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

24 August 2026
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

24 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
πŸ“– Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
πŸ“– Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
πŸ“– September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan AndaπŸ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
πŸ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result