Yogyakarta, Gontornews — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta mengimbau ke sekolah-sekolah SMP untuk tetap melakukan kegiatan walaupun Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) telah selesai dilaksanakan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana di Yogyakarta, Jumat (27/4) mengatakan, bentuk kegiatan yang dilakukan di sekolah bisa disesuaikan dengan kebijakan sekolah. Meskipun menurutnya, sekolah sendiri masih kesulitan dalam mengatur waktunya.
“Kami sudah memberikan imbauan ke seluruh SMP untuk tetap menggelar kegiatan usai UNBK,” katanya seperti dikutip Antara.
Proses belajar mengajar di sekolah lanjut Edy, dimulai saat siswa melakukan pendaftaran ulang sampai siswa tersebut dinyatakan lulus dari sekolah atau pada saat menerima ijazah tanda kelulusan.
Oleh sebab itu, sekolah diminta untuk tetap melaksanakan tanggung jawab mereka meskipun pelaksanaan ujian nasional khususnya untuk SMP sudah berakhir, Kamis (26/4) kemarin dengan kegiatan-kegiatan yang tentunya positif.
Namun demikian, katanya, imbauan tersebut tidak berkaitan dengan kekhawatiran meningkatnya tindak kekerasan yang dilakukan anak usai pelaksanaan ujian nasional.
“Tidak ada korelasinya. Sebab ini dilakukan rutin tiap tahun dan memang sekolah memiliki tanggung jawab hingga siswa tersebut dinyatakan lulus,” lanjut Edy.
Senada dengan itu, Walikota Yogyakarta Haryadi SuyutiΒ mengatakan, selama siswa belum dinyatakan lulus maka mereka masih berstatus sebagai siswa di suatu sekolah.
“Sekolah harus tetap bertanggung jawab terhadap siswa-siswanya, dan salah satunya untuk mendukung persiapan masuk ke jenjang berikutnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 5 Yogyakarta Suharno mengatakan pihaknya akan menggelar kegiatan buka bersama dan tarawih usai UNBK dan bisa diikuti siswa kelas IX, karena sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan.
“Selain itu orangtua dari masing-masing kelas juga sudah meminta izin ke sekolah untuk mengadakan kegiatan secara mandiri seperti wisata bersama,” katanya.
Selain itu, para siswa yang telah usai melaksanakan UNBK bisa memanfaatkan perpustakaan dan pojok baca yang tersebar di beberapa titik di sekolah sebagai salah satu kegiatannya.
“Namun syaratnya, siswa harus tetap mengenakan seragam saat datang ke sekolah. Berbeda dengan sebelumnya, kami memberikan kebebasan siswa tidak berseragam namun justru ada orang luar yang masuk. Dan kami lakukan untuk keamanan anak-anak,” katanya. [Devi Lusianawati]





















