Nairobi, Gontornews — Produsen vaksin Moderna, Selasa (26/10/2021), mengatakan pihaknya akan menyediakan 110 juta dosis vaksin Covid-19 bagi negara-negara Afrika. Pada tahap pertama, Moderna akan mengirimkan 15 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini, 35 juta pada kuartal pertama tahun 2022 dan 60 juta dosis pada kuarta kedua tahun 2022.
“Semua dosis ditawarkan dengan harga terendah Moderna,” ungkap pernyataan resmi Moderna sebagaimana dilansir Washington Post.
Utusan khusus Uni Afrika untuk Covid-19, Strive Masiyiwa, mengatakan negara-negara Afrika menghadapi rasa frustrasi selama berbulan-bulan akibat penimbunan vaksin yang dilakukan oleh negara-negara kaya dan keterlambatan pengiriman dosis.
“Ini adalah hari yang luar biasa bagi kami,” kata Masiyiwa. Masiyiwa pun mengucapkan terima kasih kepada Amerika Seriakt yang telah mengizinkan negara-negara Afrika untuk membeli dosis vaksin Moderna.
Dia menekankan bahwa negara-negara Afrika, pertama kali, membeli 50 juta dosis vaksin Moderna dengan opsi 20 juta per bulan pada bulan April, Mei dan Juni.
“Kami berada dalam posisi untuk mengamankan lebih banyak vaksin dari Moderna tetapi ingin melihat lebih banyak detail konkret yang muncul tentang produksi mereka di Afrika,” jelas Masiyiwa.
Jika kontrak penuh dengan Moderna aktif, negara-negara Afrika akan dapat mencapai target vaksinasi 450 juta orang pada September 2022. Pencapaian itu setara dengan setengah dari total target 70 persen populasi Afrika yang mencapai 900 juta orang. Selain Moderna, negara-negara Afrika juga telah mencapai kesepakatan dengan Johnson & Johnson untuk pengadaan 400 juta dosis vaksin Covid-19.
“Langkah pertama dalam kemitraan jangka panjang kami untuk Uni Afrika,” ungkap Moderna.
Moderna mengatakan perjanjian ini terpisah dari kesepakatan mereka dengan skema berbagai COVAX. Melalui skema COVAX, Moderna memasok hingga 500 juta dosis vaksin mulai akhir tahun ini hingga 2022 mendatang. [Mohamad Deny Irawan]





















