Sydney, Gontornews — Perdana Menteri Australia, Scoot Morrison, memaksa seorang calon anggota legislatif dari Partai Liberal yang menaunginya setelah diketahui berkomentar tentang Islamofobia di laman media sosialnya. Calon anggota legislatif yang dimaksud adalah Jessica Whelan.
“Apakah dia menyesal tentang hal itu. Saya tidak mau memiliki kandidat seperti itu,” kata Morrison saat berkampanye untuk pemilihan umum 18 Mei 2019 mendatang.
Whelan, sebagaimana dikabarkan oleh Reuters, akan tetap memberika tanggpannya terhadap pengunduran dirinya sebagai anggota Partai Liberal.
Analis politik dari University of Sydney, Peter Chen, mengatakan bahwa langkah keras yang diambil Morrison dianggap tepat karena dikhawatirkan mendapatkan citra negatif dari para pemilih.
“Ada kelompok kecil di partai yang memiliki pandangan yang sama dengan kelompok sayap kanan. Hal ini akan merusak kedudukan partai di beberapa negara bagian tersebut,” kata Chen.
Di sisi lain, dalam setiap kampanye, Morrison tetap mengkampanyekan isu seputar migrasi, multikulutralisme, keamanan perbatasan serta pembantaian jama’ah masjid Al-Noor di Christchurch, Selandia Baru, yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
Meskipun Partai Liberal terus mengkampanyekan catatan ekonomi pemerintah di bawah kepemimpinan Morrison, kaum muda Australia disinyalir menolak untuk mendukung kembali Morrison dan Partai Liberal. Mereka berdalih, pemerintah Australia di bawah kepemimpinan Morrison gagal mengatasi dampak negatif perubahan iklim. [Mohamad Deny Irawan]





















