Solok, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 9 Sulit Air, Solok, Sumatera Barat, menggelar Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Ahad (6/7/2025). Sebagai bagian dari peringatan 100 tahun Gontor, kegiatan ini berlangsung dari pagi hari hingga menjelang siang, diikuti oleh anak-anak didikan Shubuh se-Nagari Sulit Air, yang berada di Kecamatan X Koto dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi.
Selain ajang perlombaan, kegiatan MTQ juga menjadi sarana pembinaan karakter, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri generasi muda. Para peserta berlomba dalam beberapa cabang lomba: Adzan, Hafalan Surat-surat Pendek, Kaligrafi, Pidato Islami, dan Tilawah Al-Qur’an.
“Acara ini bukan sekadar memperingati 100 tahun Gontor, tapi juga menjaring potensi anak-anak Sulit Air. Mereka kelak akan menjadi buya, tokoh masyarakat, dan pemimpin masa depan. Sekarang ditanamkan yang terbaik, agar kelak tumbuh menjadi yang terbaik pula,” ujar Wakil Pengasuh Gontor Kampus 9 Sulit Air, Ustadz Mohammad Ridwan SHI MH dalam rilis yang diterima Gontornews.com.
Ia juga menambahkan tentang pentingnya membekali anak-anak dengan nilai-nilai Qur’ani di tengah derasnya arus digital dan tantangan zaman. Secara khusus, ia mengingatkan tentang bahaya zaman terhadap moral anak-anak.
“Hari ini anak kecil sudah kenal HP, internet, bahkan narkoba. Tanpa dibentengi kegiatan positif seperti mengaji dan lomba keagamaan, masa depan mereka bisa tergelincir. Inilah mengapa MTQ hari ini sangat penting,” tambahnya.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari para guru di Gontor Kampus 9. Dewan juri menetapkan sejumlah kriteria penilaian mulai dari teknik, adab, penguasaan materi, hingga ketulusan dalam menampilkan bacaan dan pesan-pesan keagamaan.
Menjelang siang, panitia mengumumkan pemenang dari setiap kategori lomba. Usai penyerahan hadiah, seluruh peserta, panitia, serta wali dan pembimbing berkumpul untuk sesi dokumentasi bersama.
Suasana penuh keceriaan dan kebanggaan tergambar dalam setiap senyuman yang tertangkap kamera. Hari itu menjadi kenangan indah yang akan terus melekat dalam ingatan mereka,” ucap Humas Gontor 9 Sulit Air, Ustadz Achmad Galih, kepada Gontornews.com.
Acara ditutup dengan doa bersama oleh Ustadz Yusuf Ali Dzikri, SAg, berharap agar Allah SWT memberikan keberkahan ilmu, kesehatan, dan masa depan anak-anak sebagai generasi Qur’ani.
“MTQ hari ini bukan sekadar lomba, tapi sebuah ikhtiar besar membangun peradaban,” tutup Galih. [Mohamad Deny Irawan]



















