Jakarta, Gontornews — Akses kesehatan bagi masyarakat miskin mendapat perhatian serius dari Lazismu. Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional, ikhtiar mewujudkan layanan kesehatan adalah salah satu kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi.
Untuk itu, Lazismu melalui program Klinik Apung Said Tuhuleley mengadakan “floating clinic” sebagai salah satu solusi dari permasalahan yang ada di Maluku terutama berkaitan dengan layanan kesehatan. Ini juga merupakan bagian dari penerapan program-program Lazismu di daerah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal).
Direktur Utama Lazismu, Andar Nubowo, mengatakan Klinik Apung ini merupakan klinik pertama yang digagas Lembaga Amil Zakat Nasional Lazismu. “Dilengkapi fasilitas ruang tindakan (medis), ruang pemeriksaan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang selama ini tidak terjangkau di Maluku,” katanya.
Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari menuturkan, Maluku memiliki banyak pulau kecil dan terpencil yang harus ditempuh dengan jarak yang cukup jauh. “Pengadaan Klinik Apung ini akan sangat membantu masyarakat terpencil dalam mendapatkan pelayanan, baik kesehatan maupun pendidikan,” pungkasnya.
Pemilihan nama Said Tuhuleley bukan sebuah kebetulan. Sebab, Said dikenal sebagai ‘’pejuang kaum marginal’’di lingkungan Muhammadiyah dan merupakan Putra Maluku asli, Saparua lebih tepatnya. Hajriyanto menambahkan, semasa menjadi Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah hingga berpulang pada 9 Juni 2015 lalu, Said gigih menjalankan berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.
Tidak hanya masyarakat miskin yang berduka dengan meninggalnya Said. “Muhammadiyah pun merasa kehilangan kader terbaik yang getol membumikan konsep ‘’dakwah sosial’’ dalam praktik sehari-hari itu,” paparnya. Untuk menghidupkan semangat melayani kaum dhuafa, Muhammadiyah menetapkan ‘’Said Tuhuleley’’ sebagai nama klinik apung.
Klinik Apung ‘Said Tuhuleley’ dirancang di atas sebuah kapal dengan panjang keseluruhan 15 meter dan lebar 3,50 meter. Klinik Apung ‘Said Tuhuleley’ akan dilepas keberangkatannya oleh Hajriyanto Y Thohari dengan disaksikan Ketua Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief, jajaran ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan mitra-mitra Lazismu. [Fathurroji/Rus]




















