Jakarta, Gontornews — Universitas Darussalam Gontor atau yang disingkat UNIDA Gontor menjadi kajian menarik putra bungsu almarhum KH Imam Zarkasyi, Muhammad Ridlo, dalam pembahasan disertasinya berjudul Komitmen Organisasional Dosen (Studi Kasus di UNIDA Ponorogo).
Ridlo berhasil memaparkan dengan baik di depan para penguji yang terdiri dari Prof Dr Yetti Supriayati MPd (Komisi Promotor), Prof Dr H Djaali (Ketua), Prof Dr Nadiroh MPd (Anggota) dan Prof Dr Billy Tunas MSc (Anggota) pada Jumat (17/2).
Ujian disertasi terbuka yang digelar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) juga dihadiri oleh Rektor dan Wakil Rektor UNIDA Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi MA dan Dr Hamid Fahmy Zarkasyi MA, dan Pemimpin Umum Majalah Gontor Dr Emnis Anwar Lc MA.
Pria kelahiran Ponorogo, 12 November 1962, ini dalam paparannya menyampaikan bahwa UNIDA Gontor sebagai perguruan tinggi memiliki nilai-nilai yang tidak dimiliki perguruan tinggi pada umumnya. Pasalnya UNIDA Gontor memiliki hubungan langsung dengan Pondok Modern Darussalam Gontor.
“UNIDA diwarnai dengan nilai-nilai pesantren yang terdiri dari nilai-nilai Panca Jiwa, Motto, falsafah pondok, falsafah pendidikan dan pembelajaran serta orientasi pondok,” jelas putra ke-13 alm Kiai Zarkasyi di depan para penguji.
Ridlo dalam akhir disertasinya memberikan rekomendasi untuk komitmen organisasional dosen UNIDA, antara lain adalah menyempurnakan program rekrutmen dosen, menyempurnakan program sosialisasi praktis yang melibatkan dosen senior yang berhubungan dengan aspek komitmen normatif dan kelanjutan. Selain itu mengarahkan sosialisasi nilai-nilai untuk kohesi kelompok dan kinerja organisasi secara bersamaan.
Selain itu juga melakukan kontrol terhadap kondisi komitmen organisasional dosen dan program pembinaannya secara sistematis, agar mudah dinilai dan dievaluasi serta menyediakan saluran feedback control bagi program pembinaan komitmen organisasional agar dapat segera diperbaiki. [Fathurroji/Rus]




















